BREAKING NEWS
Sabtu, 28 Maret 2026

Tradisi Mangulosi Jadi Simbol Kasih Sayang dalam Siklus Hidup Masyarakat Batak

Adam - Sabtu, 28 Maret 2026 08:03 WIB
Tradisi Mangulosi Jadi Simbol Kasih Sayang dalam Siklus Hidup Masyarakat Batak
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN Tradisi mangulosi dalam masyarakat Batak tetap bertahan sebagai bagian penting dalam setiap fase kehidupan manusia, mulai dari kelahiran hingga kematian.

Ulos tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga merepresentasikan nilai kasih sayang dan hubungan kekerabatan yang kuat.

Dalam praktiknya, pemberian ulos hadir dalam berbagai peristiwa adat, seperti pemberian nama, pernikahan, hingga prosesi kematian, terutama dalam kondisi saur matua, yakni saat seseorang meninggal dunia dalam keadaan telah memiliki keturunan lengkap.

Baca Juga:

Antropolog dari Universitas Sumatera Utara, Rytha Tambunan, menjelaskan bahwa tradisi mangulosi tetap lestari karena memiliki makna yang mendalam dalam hubungan sosial masyarakat Batak.

"Pemberian ulos bukan sekadar bagian dari seremoni adat, tetapi bentuk perhatian dalam hubungan kekerabatan," ujarnya.

Ia menambahkan, mangulosi juga menjadi simbol kasih sayang yang mengikat antaranggota keluarga.

Tradisi ini tidak terlepas dari sistem sosial Dalihan Na Tolu yang mengatur peran setiap pihak dalam adat.

Dalam struktur tersebut, pihak hula-hula memiliki peran penting sebagai pemberi ulos, yang melambangkan restu dan penghormatan.

Sementara itu, pihak boru menerima ulos sebagai bagian dari hubungan timbal balik dalam sistem kekerabatan.

Menurut Rytha, keberlangsungan tradisi mangulosi menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya Batak masih hidup dan terus dijalankan dalam kehidupan sehari-hari.

Tradisi ini tidak hanya menjadi bagian dari adat, tetapi juga memperkuat hubungan sosial dalam setiap tahap kehidupan.

Mangulosi pun menjadi simbol yang diwariskan dari generasi ke generasi, menjaga identitas budaya sekaligus mempererat ikatan keluarga dalam masyarakat Batak.*

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Penyerahan Sertifikat KI 2026 Disiapkan, Bali Targetkan Ekosistem Kreatif yang Terintegrasi dan Berkelanjutan
Seperti Preman: Tanpa Berkontribusi, Pemkab Simalungun Pungut Retribusi di Objek Wisata Sungai Lobang
Bupati Batu Bara Dorong Revitalisasi Istana Niat Lima Laras sebagai Warisan Budaya Daerah
Di Balik Dominasi Laki-laki, Perempuan dalam Budaya Batak Justru Pegang Peran Besar!
Terancam Punah, Nama Ketut Kini Hanya 4,9 Persen: Pemprov Bali Siapkan Insentif Khusus!
Kenapa Opor Ayam Selalu Ada Saat Lebaran? Kenali Sejarah Dibalik Hidangan Ikonik Ini
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru
Menjaga Api Ibadah Usai Ramadhan

Menjaga Api Ibadah Usai Ramadhan

BANDA ACEH Ramadhan telah berlalu, namun semangat ibadah yang tumbuh selama sebulan penuh diharapkan tidak ikut surut. Hal ini disampaik

AGAMA