BREAKING NEWS
Senin, 30 Maret 2026

Saur Matua: Kematian dalam Tradisi Batak yang Dipandang Sebagai Puncak Kehidupan

Abyadi Siregar - Senin, 30 Maret 2026 15:26 WIB
Saur Matua: Kematian dalam Tradisi Batak yang Dipandang Sebagai Puncak Kehidupan
Tradisi Batak Saur Matua. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN — Bagi banyak orang, kematian adalah akhir dari segala hal, sebuah momen penuh duka.

Namun, dalam tradisi Batak, ada satu pandangan berbeda yang menganggap kematian sebagai sebuah perayaan kehidupan: Saur Matua.

Dalam budaya Batak, kematian yang dianggap sebagai Saur Matua justru dipandang sebagai puncak dari kehidupan yang berhasil dan utuh.

Baca Juga:

Rytha Tambunan, seorang Dosen Antropologi di Universitas Sumatera Utara (USU), menjelaskan bahwa Saur Matua bukanlah kematian biasa.

Saur Matua adalah kondisi ketika seseorang meninggal dalam keadaan "lengkap" secara sosial dan kultural, memenuhi seluruh tahapan kehidupan yang dianggap penting dalam masyarakat Batak.

Apa Itu Saur Matua?

Secara sederhana, Saur Matua adalah status kematian seseorang yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu dalam kehidupan Batak.

Syarat utamanya bukanlah usia, tetapi pencapaian hidup seseorang.

"Syaratnya adalah memiliki anak, baik laki-laki maupun perempuan. Anak-anaknya sudah menikah, dan bahkan sudah memiliki cucu," ungkap Rytha.

Dalam pandangan orang Batak, seseorang yang mencapai Saur Matua dianggap telah menyelesaikan seluruh siklus kehidupan dengan sempurna.

"Artinya, orang Batak itu sudah punya keturunan. Hagabeon," lanjutnya, mengacu pada salah satu dari tiga nilai utama dalam filosofi kehidupan Batak.

Filosofi Kehidupan Batak: Hagabeon, Hamoraon, dan Hasangapon

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bertemu Prabowo di Tokyo, Warga Indonesia di Jepang Sampaikan Haru dan Bahagia
Jelang Tenggat 31 Maret, KPK Minta Seluruh Penyelenggara Negara Laporkan Kekayaan 2025
Satgas Saber Pangan Polda Bali Lakukan Sidak Pasar untuk Memastikan Ketersediaan dan Stabilitas Harga
Giri Prasta Hadiri Upacara Melaspas di Bangli, Tekankan Pentingnya Dukungan Pemerintah
Silaturahmi Lebaran, Zuriat Kesultanan Langkat Bahas Pelestarian Budaya dengan Hanura
Bupati Mandailing Natal Dorong Pelestarian Lubuk Larangan, Tradisi Lokal yang Menjaga Populasi Ikan dan Ekosistem Sungai
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru