Optimisme Menatap Masa Depan Indonesia
Oleh Yakub F. IsmailDI tengah situasi ketidakpastian global disertai ancaman perlambatan pergerakan ekonomi dunia dipicu persoalan konflik
OPINI
MEDAN — Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap memberikan apresiasi terhadap film Samudera yang digarap sepenuhnya oleh sineas muda asal Medan.
Ia menilai karya tersebut menjadi bukti bahwa potensi industri perfilman lokal memiliki peluang besar untuk berkembang dan layak mendapat dukungan lebih luas.
Apresiasi itu disampaikan saat Zakiyuddin menerima audiensi tim produksi film Samudera yang dipimpin produser Dewi Budiati Teruna Said di Ruang Khusus Wakil Wali Kota Medan, Rabu (20/6/2026).Baca Juga:
Dalam pertemuan tersebut, tim juga mengundang Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dan Wakil Wali Kota untuk menghadiri gala premiere film yang dijadwalkan pada 3 Juni 2026 di Cinepolis Sun Plaza.
Zakiyuddin, yang didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Arrahmaan Pane serta Sekretaris Dinas Pariwisata T. Roby Chairi, menilai film bertema lokal yang melibatkan putra daerah memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat.
Hal itu, menurut dia, menjadi kekuatan dalam membangun identitas dan kebanggaan daerah.
Ia menegaskan harapannya agar Samudera tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga tuntunan bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Film, kata dia, dapat menjadi sarana edukasi untuk mengangkat isu sosial seperti kenakalan remaja, narkoba, hingga judi daring.
"Film harus bisa membuka pintu hati generasi muda untuk mau belajar dan berkembang," ujar Zakiyuddin.
Ia juga menyoroti pentingnya pemanfaatan film sebagai media edukasi bagi masyarakat pesisir, termasuk nelayan, agar memiliki dorongan meningkatkan kualitas hidup melalui pendidikan dan keterampilan.
Pemerintah, lanjutnya, perlu berperan dalam memperkuat ekosistem pemasaran karya-karya kreatif lokal, termasuk melalui sektor komunikasi dan informatika.
Sementara itu, produser Samudera, Dewi Budiati Teruna Said, menjelaskan film tersebut mengangkat kisah seorang anak nelayan yang berakhlak baik dan cerdas, yang kemudian menjadi teladan di desanya.
Namun, tokoh utama dalam cerita itu mengalami tragedi setelah dibunuh oleh pengedar narkoba yang menganggapnya sebagai ancaman.
Cerita kemudian berlanjut pada sosok Santana, adik sang tokoh utama, yang berupaya melanjutkan perjuangan dan nilai kebaikan yang ditinggalkan abangnya.
Konflik semakin kompleks ketika Santana menjalin kedekatan dengan Dr. Amelia, yang merupakan kekasih mendiang abangnya.*
(ad)
Oleh Yakub F. IsmailDI tengah situasi ketidakpastian global disertai ancaman perlambatan pergerakan ekonomi dunia dipicu persoalan konflik
OPINI
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Kamis, 21 Mei 2026. Penguatan terjadi di tengah respons pasar
EKONOMI
JAKARTA Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam kembali menguat pada perdagangan Kamis, 21 Mei 2026. Berdasarkan la
EKONOMI
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan memperkuat kinerja melalui keterbukaan info
PEMERINTAHAN
LABUHANBATU SELATAN Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan menggelar upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke118 t
PEMERINTAHAN
TANJUNGBALAI Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina menghadiri acara resepsi Hari Lahir (Harlah) Yayasan Ma
PEMERINTAHAN
ASAHAN Wakil Bupati Asahan Rianto membacakan amanat Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Meutya Hafid dalam upacara peringa
PEMERINTAHAN
PANGKALPINANG Dewan Pimpinan Daerah Pro Jurnalismedia Siber (PJS) Bangka Belitung bersama jajaran DPC PJS Kota Pangkalpinang melakukan a
PEMERINTAHAN
PANGKALPINANG Komisi Informasi (KI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel kembali menegaskan ko
NASIONAL
SURABAYA Pemerintah Indonesia menegaskan tidak ada larangan terhadap kegiatan nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi. Penegasa
NASIONAL