BREAKING NEWS
Sabtu, 13 Juni 2026

Masuknya Islam ke Indonesia Masih Jadi Perdebatan, Ini 6 Teori Utamanya

Nurul - Sabtu, 13 Juni 2026 11:10 WIB
Masuknya Islam ke Indonesia Masih Jadi Perdebatan, Ini 6 Teori Utamanya
Masuknya Islam ke Indonesia menjadi salah satu peristiwa paling penting dalam perjalanan sejarah Nusantara. (Foto: ahlulbaitindonesia)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Masuknya Islam ke Indonesia menjadi salah satu peristiwa paling penting dalam perjalanan sejarah Nusantara. Sebelum Islam berkembang luas, masyarakat di kepulauan Indonesia telah lama dipengaruhi oleh kebudayaan dan ajaran Hindu-Buddha yang mengakar kuat dalam kehidupan sosial maupun pemerintahan.

Para sejarawan meyakini proses masuknya Islam tidak terlepas dari jalur perdagangan internasional yang menghubungkan Timur Tengah, India, Persia, China, hingga Nusantara. Namun hingga kini, masih terdapat perbedaan pendapat mengenai asal-usul dan jalur utama penyebaran Islam di Indonesia.

Berbagai teori pun muncul untuk menjelaskan proses Islamisasi Nusantara. Setidaknya terdapat enam teori yang banyak dikenal dan menjadi bahan kajian para ahli sejarah.

Baca Juga:

1. Teori Gujarat

Teori Gujarat merupakan salah satu teori yang paling populer dalam kajian sejarah Indonesia. Teori ini didukung oleh sejumlah ilmuwan Belanda seperti Pijnappel dan Moquette yang berpendapat bahwa Islam dibawa ke Nusantara oleh para pedagang Muslim yang bermukim di Gujarat, India.

Menurut teori ini, Islam mulai masuk ke Indonesia sekitar abad ke-13 Masehi melalui jalur perdagangan antara Gujarat, Timur Tengah, dan Nusantara. Salah satu bukti yang sering digunakan adalah kemiripan batu nisan Sultan Malik As-Saleh di Samudera Pasai dengan batu nisan yang ditemukan di wilayah Cambay, Gujarat.

Selain itu, catatan perjalanan Marcopolo yang singgah di Perlak pada tahun 1292 M juga menyebutkan adanya komunitas Muslim yang berkembang di wilayah tersebut.

Meski demikian, teori ini mendapat kritik karena masyarakat Gujarat saat itu mayoritas menganut mazhab Hanafi, sedangkan kerajaan Islam awal di Nusantara diketahui mengikuti mazhab Syafi'i.

2. Teori Persia

Teori Persia dikemukakan oleh Umar Amir Husen dan Hoesein Djajadiningrat. Teori ini menyebutkan bahwa Islam masuk ke Indonesia melalui para pedagang dan ulama dari Persia atau Iran.

Pendukung teori ini melihat adanya kesamaan budaya dan tradisi antara masyarakat Indonesia dan Persia, terutama tradisi peringatan 10 Muharram atau Asyura. Di Sumatera Barat misalnya dikenal tradisi Tabuik, sementara di Jawa terdapat tradisi Bubur Syuro.

Selain itu, terdapat kesamaan dalam beberapa istilah keagamaan, seni kaligrafi, serta pengaruh ajaran tasawuf yang berkembang di Nusantara.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Indonesia vs Kamboja Berebut Podium 3 AFF U-19, Ini Jadwal dan Link Streamingnya
Harga Cabai Rawit Tembus Rp74.550 per Kg, Ini Daftar Lengkap Harga Pangan Nasional Hari Ini
Aksi Mahasiswa di Bundaran HI Berakhir Damai, Janji Kembali dengan Massa Lebih Besar
Rupiah Melesat ke Rp18.010 per Dolar AS, BI Yakin Penguatan Belum Berakhir
Presiden Jerman Temui Prabowo di Jakarta, Perkuat Kerja Sama Strategis dan Investasi Indonesia-Jerman
Pertamax Naik Tajam, Pertamina Pastikan Stok Pertalite Aman Meski Antrean Mengular
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru