BREAKING NEWS
Minggu, 28 Juni 2026

Rico Waas Buka Gelar Melayu Serumpun IX 2026, Budaya Melayu Didorong Jadi Kekuatan Bangsa

Abyadi Siregar - Minggu, 28 Juni 2026 12:06 WIB
Rico Waas Buka Gelar Melayu Serumpun IX 2026, Budaya Melayu Didorong Jadi Kekuatan Bangsa
Petikan gambus Melayu yang dimainkan langsung oleh Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menjadi penanda dibukanya GEMES IX Tahun 2026 di Lapangan Merdeka, Medan, Sabtu (27/6/2026) malam. (foto: Pemko Medan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Tabuhan gendang pakpung yang berpadu dengan petikan gambus Melayu yang dimainkan langsung oleh Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menjadi penanda dibukanya Gelar Melayu Serumpun (GEMES) IX Tahun 2026 di Lapangan Merdeka, Medan, Sabtu (27/6/2026) malam.

Festival budaya tahunan kebanggaan Kota Medan itu berlangsung selama empat hari, mulai 27 hingga 30 Juni 2026.

Tahun ini, Gelar Melayu Serumpun kembali menghadirkan peserta dari berbagai negara, di antaranya Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Korea Selatan, dan Tiongkok.

Baca Juga:

Dalam sambutannya, Rico Waas mengatakan Gelar Melayu Serumpun bukan sekadar festival budaya, melainkan bagian dari upaya menjaga dan melestarikan budaya Melayu di tengah perkembangan zaman.

"Yang kita takutkan adalah bagaimana tentang kebudayaan kita. Apakah kebudayaan akan bisa mengikuti perkembangan zaman? Namun kami meyakini, kebudayaan Melayu yang menjunjung tinggi adat istiadat, kesantunan, dan agama ini akan selalu hidup berdampingan bersama kita," kata Rico Waas di hadapan ribuan pengunjung.

Menurut Rico, budaya Melayu tidak hanya menjadi warisan sejarah, tetapi juga memiliki peran strategis sebagai sarana diplomasi budaya Indonesia di tingkat internasional.

"Tidak banyak negara-negara di luar sana yang memiliki kebudayaan seperti kita. Kami mengharapkan kebudayaan ini bisa menjadi kekuatan kita semuanya, bagian dari soft diplomacy kita, memperkuat bangsa kita melalui kebudayaan," ujarnya.

Ia menegaskan Pemerintah Kota Medan akan terus memperkuat sinergi dengan para pemangku adat, seniman, budayawan, hingga Kesultanan Deli agar budaya Melayu tetap lestari dan menjadi identitas Kota Medan.

"Kami berharap kebudayaan melayu bisa terus membumi dan terjaga di Kota Medan," ucapnya.

Pelaksanaan Gelar Melayu Serumpun tahun ini dipusatkan di Lapangan Merdeka karena Istana Maimun masih menjalani proses revitalisasi.

Lokasi tersebut juga dipersiapkan sebagai pusat berbagai kegiatan menjelang Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), di mana Kota Medan menjadi tuan rumah.

"Jadi semuanya kita pusatkan di satu kawasan, termasuk nanti pesta rakyat, dan Pesona Colorfull dalam rangka memeriahkan HUT Kota Medan," kata Rico.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Sejarah Suku Melayu Deli di Medan, Berakar dari Kesultanan Deli dan Perkembangan Budaya Pesisir
Jokowi Injak Kepala Kerbau Saat Penganugerahan Gelar Adat Lampung, Apa Maknanya?
Tim Adat Aceh Cang Panah Sumut Perkuat Silaturahmi Perantau, Lestarikan Budaya hingga Aksi Sosial
Rumah Adat Monumen Sisingamangaraja XII Medan Terbakar, Polisi Sebut Dipicu Permainan Api Bocah
Rico Waas Tinjau Replika Rumah Adat Batak yang Terbakar, Pemko Medan Segera Lakukan Perbaikan
Polisi Amankan Bocah 13 Tahun Terkait Kebakaran Rumah Adat di Monumen Sisingamangaraja XII Medan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru