
UGM Serukan Moral Bangsa: Hentikan Kekerasan, Tolak Kebijakan Tak Adil
YOGYAKARTA Universitas Gadjah Mada (UGM) menyampaikan seruan moral atas eskalasi krisis sosialpolitik dan gelombang aksi massa yang terja
Nasional
JAKARTA -Gugatan cerai antara selebriti Ria Ricis dan Teuku Ryan telah menjadi sorotan publik. Namun, dalam sorotan yang lebih mendalam, psikiater terkemuka, Mintarsih, memberikan pandangannya terhadap isu viral ini, khususnya terkait masalah nafkah batin yang menjadi perdebatan di antara keduanya.
Dalam pertemuan di kawasan Jakarta Selatan, Mintarsih menyampaikan pandangannya dengan bijaksana. “Kalau orang bisa memberikan nafkah batin, bagaimana cara komprominya. Itu sulit dinilai,” ujarnya, menyoroti kompleksitas masalah yang terlibat.
Menurutnya, persoalan nafkah batin sangatlah relatif dan tidak bisa dipukul rata karena setiap rumah tangga memiliki dinamika yang berbeda. “Masalah perceraian karena kurang nafkah batin kembali ke kepribadian apakah itu wajar atau tidak,” imbuhnya, menekankan pentingnya memahami konteks individu dalam setiap kasus.
Baca Juga:
Mintarsih menegaskan pentingnya kompromi antara suami dan istri dalam menangani masalah tersebut. Ia menolak untuk langsung menyalahkan Teuku Ryan atas ketidakmampuannya memenuhi kebutuhan nafkah batin Ricis, mengingat penilaian terhadap penyebab perceraian tidak bisa dilakukan secara langsung tanpa mempertimbangkan faktor-faktor lainnya.
Dalam memberikan pandangannya, Mintarsih memberikan contoh tentang bagaimana reaksi seseorang terhadap kondisi yang mengharuskan pasangan tidak bisa memberikan nafkah batin, seperti dalam kasus ketika seorang suami lumpuh. Ia menekankan bahwa keputusan untuk bertahan dalam rumah tangga atau berpisah sangat tergantung pada kedua belah pihak, terutama dari pihak istri.
Baca Juga:
Sementara itu, gugatan cerai yang diajukan oleh Ria Ricis mencatatkan kurangnya nafkah batin sebagai salah satu alasan keretakan rumah tangga mereka. Ricis bahkan merasa rendah diri dan tertekan secara psikis karena tidak mendapatkan kasih sayang dan nafkah batin dari suaminya.
Upaya untuk memperbaiki hubungan dilakukan oleh Ricis, termasuk membawa Ryan ke rumah sakit dan mencoba pengobatan alternatif. Namun, ketidakmampuan Ryan memenuhi kebutuhan Ricis membuatnya merasa tertekan hingga memikirkan untuk melakukan operasi implan payudara agar suaminya tertarik lagi padanya.
Dalam kesimpulannya, isu nafkah batin dalam perceraian Ricis dan Ryan menjadi sorotan, dengan Mintarsih menekankan pentingnya kompromi dan pemahaman terhadap dinamika dalam hubungan suami istri. Kompleksitas masalah ini menuntut keterlibatan dan pemahaman yang mendalam dari semua pihak terkait.
(N/014)
YOGYAKARTA Universitas Gadjah Mada (UGM) menyampaikan seruan moral atas eskalasi krisis sosialpolitik dan gelombang aksi massa yang terja
NasionalTANGERANG Kabupaten Simalungun kembali mencatat prestasi membanggakan dalam ajang nasional. Dalam gelaran Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2025,
EkonomiJAKARTA Aksi penjarahan yang terjadi di sejumlah titik dalam beberapa hari terakhir menuai perhatian serius dari berbagai pihak. Salah sat
AgamaPADANGSIDIMPUAN Pengadilan Negeri (PN) Padangsidimpuan kembali menunda sidang pembacaan vonis terhadap terdakwa kasus judi Togel, Gunawan
BeritaJAKARTA Partai NasDem resmi menonaktifkan dua anggota DPR RI, yaitu Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach, karena pernyataan publik mereka yang
PolitikPADANGSIDIMPUAN Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), Kodir Pohan, mengucapkan selamat atas terpi
NasionalKUTAI KARTANEGARA PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di wilaya
EkonomiJAKARTA Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyampaikan temuan penting usai melakukan pemantauan terhadap eskalasi aksi unju
NasionalJAKARTA Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat adanya penurunan harga sejumlah komoditas pangan penting di tingkat konsumen dan pedaga
EkonomiJAKARTA TIMUR Polisi mengamankan sembilan orang yang diduga terlibat dalam aksi penjarahan rumah anggota Komisi IX DPR RI, Surya Utama a
Nasional