Dampak Karhutla: Jambi Jadi Kota dengan Kualitas Udara Terburuk di Dunia, PM2.5 Palangka Raya Melonjak
JAKARTA Kualitas udara di sejumlah wilayah Indonesia memburuk akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Berdasarkan pemantauan realtim
NASIONAL
BITVONLINE.COM -Di tengah meningkatnya suhu udara yang panas, masyarakat Indonesia kini menghadapi tantangan ekstra dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Namun, masalah tidak hanya terbatas pada ketidaknyamanan fisik. Data terbaru menunjukkan bahwa kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) juga mengalami lonjakan tiga kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Yang lebih mengkhawatirkan, angka kematian akibat DBD juga ikut meningkat tiga kali lipat.
Kementerian Kesehatan mengidentifikasi anomali cuaca sebagai salah satu faktor yang berkontribusi pada peningkatan drastis kasus DBD ini. Namun, apa sebenarnya hubungan antara anomali cuaca dan peningkatan kasus DBD di Indonesia?
Salah satu penjelasan ilmiah yang mungkin adalah bahwa cuaca yang tidak stabil, seperti perubahan suhu yang ekstrem dan pola hujan yang tidak teratur, menciptakan lingkungan yang ideal bagi perkembangan nyamuk Aedes aegypti, pembawa virus DBD. Nyamuk ini dikenal aktif berkembang biak dan menggigit pada saat cuaca hangat dan lembap, kondisi yang sering terjadi saat terjadi anomali cuaca.
Selain itu, anomali cuaca juga dapat mempengaruhi pola hidup manusia, seperti kebiasaan menyimpan air dalam wadah terbuka atau meninggalkan barang-barang yang dapat menjadi tempat berkembang biak bagi nyamuk. Pola ini dapat meningkatkan risiko penularan DBD di masyarakat.
Tidak hanya itu, kondisi anomali cuaca juga bisa mempengaruhi ketersediaan dan distribusi air bersih. Perubahan pola hujan yang tidak teratur dapat mengakibatkan kelangkaan air bersih di beberapa daerah, memaksa masyarakat untuk menyimpan air dalam wadah terbuka yang menjadi tempat ideal bagi nyamuk untuk bertelur dan berkembang biak.
Meskipun anomali cuaca bukanlah satu-satunya faktor yang menyebabkan peningkatan kasus DBD, namun peranannya dalam menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan nyamuk pembawa virus tidak bisa diabaikan. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan upaya pencegahan, seperti pengendalian populasi nyamuk dan penyuluhan tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, terutama di masa-masa cuaca ekstrem seperti saat ini.
(N/014)
JAKARTA Kualitas udara di sejumlah wilayah Indonesia memburuk akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Berdasarkan pemantauan realtim
NASIONAL
DELI SERDANG Kabut asap menyelimuti kawasan Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), Kamis (15/10/
PERISTIWA
JAKARTA Sekretaris Jenderal DPP Projo Freddy Alex Damanik mengaku pernah diperlihatkan hasil pemindaian atau scan ijazah Presiden ke7 RI
NASIONAL
MEDAN Sumatera Utara (Sumut) masuk dalam 10 provinsi yang menjadi nominasi Jamsostek Award 2026. Gubernur Sumut Bobby Nasution menyatakan
PEMERINTAHAN
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI Abdullah meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami kemungkinan penerapan hukuman mati terhada
NASIONAL
MEDAN Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Wilayah Medan akan segera melakukan pendalaman atas mark up harga bahan baku harian kebutuh
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Polres Pelabuhan Belawan menggelar Operasi Sarang Narkoba (OSN) di wilayah Medan Marelan, Kota Medan, dan Kecamatan Hamparan Perak,
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Polda Sumatera Utara (Sumut) memeriksa personel polisi yang diduga melanggar prosedur saat menembak seorang terduga pencuri brondola
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid belum hadir di Komisi Pemberantasan Korupsi
NASIONAL
KLATEN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini, sejumlah pejabat Pemerintah
NASIONAL