BREAKING NEWS
Minggu, 31 Agustus 2025

Mengaku Sudah Telfon Allah, Jemaah Aolia Gunung Kidul DIY Pilih Rayakan Idul Fitri Lebih Awal

BITVonline.com - Sabtu, 06 April 2024 03:48 WIB
Mengaku Sudah Telfon  Allah, Jemaah Aolia Gunung Kidul DIY Pilih Rayakan Idul Fitri Lebih Awal
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

YOGYAKARTA -Keputusan perayaan 1 Syawal 1445 Hijriah yang dilakukan oleh sekelompok jemaah Masjid Aolia di Gunungkidul, Yogyakarta, telah menjadi sorotan utama dalam ranah keagamaan. Fenomena ini mencuat setelah sebuah video viral menampilkan salah satu pemimpin jemaah yang mengaku berkomunikasi langsung dengan Allah SWT untuk menetapkan hari raya tersebut.

Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi, atau yang akrab disapa Gus Fahrur, mengeluarkan pernyataan tegas terkait kontroversi ini. Gus Fahrur menyampaikan kekhawatiran akan perlunya kehati-hatian dalam menanggapi klaim-klaim yang tidak didukung oleh dalil-dalil yang kuat dalam ajaran agama Islam. “Fenomena kelompok masyarakat Aolia di Padukuhan Panggang, Gunung Kidul, Yogyakarta, yang berhari raya hari Jumat kemarin dengan dalih tokoh panutan mereka berbicara langsung dengan Allah SWT, ini sungguh memprihatinkan, harus dicegah dan tidak boleh terulang kembali,” ujar Gus Fahrur.

Perkataan Gus Fahrur ini menjadi panggilan bagi seluruh tokoh agama untuk menjaga integritas ajaran Islam dan tidak membiarkan ajaran tersebut dimanipulasi oleh klaim-klaim yang tidak sah. Beliau menekankan pentingnya pengamalan ajaran agama yang didasarkan pada ilmu dan nalar syariat yang benar. “Kita berharap semua umat Islam khususnya tokoh agama harus beribadah sesuai ajaran agama Islam yang benar, menggunakan ilmu dan akal sehatnya, tidak boleh mempermainkan ajaran agama Islam dan berdalih telah berbicara langsung dengan Gusti Allah SWT,” katanya.

Baca Juga:

Menurut Gus Fahrur, Islam adalah agama yang mengedepankan ilmu dan akal sehat. Maka, klaim tentang komunikasi langsung dengan Allah SWT tanpa dasar yang kuat dalam syariat tidaklah sah dan tidak dapat diterima sebagai dasar penetapan suatu ibadah atau keputusan agama.

Selain itu, Gus Fahrur juga mengajak masyarakat umum untuk lebih waspada terhadap klaim-klaim yang tidak masuk akal atau bertentangan dengan ajaran Islam yang sudah disepakati secara luas. Dia juga menyebutkan pentingnya peraturan resmi pemerintah terkait penetapan awal Ramadan dan 1 Syawal, agar tidak terus menerus terjadi polemik di berbagai daerah.

Baca Juga:

Fenomena ini juga membuka ruang diskusi mengenai batas antara kebebasan berpendapat dalam ranah keagamaan dan perlunya landasan ilmiah serta syariat yang kuat dalam mengambil keputusan keagamaan yang memengaruhi masyarakat luas. Semoga perdebatan ini membawa pemahaman yang lebih mendalam dan menyatukan pandangan dalam menjalankan ibadah sesuai dengan ajaran Islam yang sejati.

(K/09)

0 komentar
Tags
beritaTerkait
Eks Wakapolri Komjen Pol (Purn) Syafruddin Kambo Meninggal Dunia
Alasan WS Menelantarkan Istri yang Sakit Hingga Meninggal Dunia: Ditolak Berhubungan Badan
Kenali Khasiat Petai: Superfood dengan Banyak Manfaat untuk Tubuh
Harta Kekayaan Kepala Bea Cukai Madura, Muhammad Syahirul Alim, Naik Drastis Rp3,5 Miliar dalam Setahun
Kades Kohod Diduga Terlibat Pemasangan Pagar Laut di Tangerang, Susno Duadji Sebut Palsu Sertifikatnya
RS Polri Serahkan Jenazah Korban Kebakaran Glodok Plaza kepada Keluarga
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru