Kapolda Aceh dan Ombudsman Perkuat Sinergi, Dorong Pelayanan Publik yang Lebih Profesional
BANDA ACEH Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan menerima kunjungan silaturahmi Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Dian Rubianty, bes
NASIONAL
BANDAR LAMPUNG — Di balik ambisi Indonesia membangun ketahanan energi lewat proyek 35.000 MW, terselip ancaman serius bagi kesehatan dan lingkungan.
Salah satu potret nyata dari ancaman ini adalah PLTU Sebalang di Provinsi Lampung, yang kini menuai sorotan tajam dari masyarakat dan aktivis lingkungan.
PLTU yang memanfaatkan batu bara sebagai sumber energi ini dinilai telah memberikan dampak signifikan terhadap kualitas udara, kesehatan masyarakat, kondisi laut, hingga perekonomian lokal.Baca Juga:
Meski menjadi bagian penting dari sistem kelistrikan nasional, polusi yang dihasilkan tak bisa lagi diabaikan.
Asap pekat dari cerobong PLTU Sebalang tidak hanya mengotori langit, tetapi juga membawa ancaman nyata ke paru-paru warga. Udara yang tercemar oleh partikel halus (PM2.5), sulfur dioksida (SO₂), dan nitrogen oksida (NOₓ) memicu peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), asma, hingga bronkitis kronis.
Warga di sekitar PLTU mengaku sering mengalami sesak napas, batuk berkepanjangan, dan gejala iritasi saluran pernapasan. Kelompok rentan, seperti anak-anak dan lansia, menjadi yang paling terdampak.
"Setiap pagi, udara di sekitar rumah bau menyengat. Anak saya sering batuk-batuk, terutama saat cerobong mengeluarkan asap hitam," ujar Rina (34), warga desa sekitar PLTU.
Tak hanya udara, laut di sekitar PLTU Sebalang juga ikut tercemar. Limbah cair yang dibuang ke laut menyebabkan penurunan kualitas air laut dan hasil tangkapan ikan. Banyak nelayan lokal mengaku pendapatan mereka turun drastis.
Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas PLTU batu bara berkorelasi dengan penurunan biodiversitas laut dan gangguan ekosistem pesisir.
"Ikan makin sedikit. Kadang jaring kosong. Laut bukan tempat kami cari makan lagi," ungkap seorang nelayan setempat.
Distribusi batu bara ke PLTU yang melibatkan truk-truk besar menyebabkan kerusakan jalan utama yang menghubungkan desa-desa sekitar. Lubang-lubang besar dan jalan berlumpur tak hanya mengganggu aktivitas warga, tapi juga menurunkan minat wisatawan yang sebelumnya kerap mengunjungi kawasan ini.
Dampaknya, sektor pariwisata lokal ikut terpukul. Homestay, warung makan, hingga pengrajin oleh-oleh kehilangan pendapatan.
BANDA ACEH Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan menerima kunjungan silaturahmi Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Dian Rubianty, bes
NASIONAL
JAKARTA Direktorat Jenderal Imigrasi mengambil tindakan terhadap dua warga negara asing (WNA) yang diduga menjadi penyelenggara komunita
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmennya untuk tetap memperjuangkan hak dan kesejahteraan buruh, bahkan sete
NASIONAL
JAKARTA PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM kembali membuka kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk mendapatkan pengal
NASIONAL
BANDA ACEH Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Aceh melalui Majelis Hukum dan Hak Asasi Manusia (MHH) menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Di
NASIONAL
JAKARTA Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman menegaskan bahwa unsur TNI, termasuk Bintara Pembin
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto kembali menyinggung hubungan politik antara pemerintah dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP
POLITIK
JAKARTA Jaksa Agung ST Burhanuddin menegaskan penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan mantan Jaksa Agung Muda Ti
HUKUM DAN KRIMINAL
GAYO LUES Dea Arranoya, anak mantan Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten GayoGayo Lues, Aceh, menyampaikan permintaan maaf setelah ung
NASIONAL
ACEH BESAR Umat Islam diingatkan untuk terus saling mengingatkan agar waspada terhadap tipu daya syaithan yang disebut terus berusaha me
AGAMA