Cabjari Labuhan Deli Bantah Penetapan Tersangka Dana BOS MAS Farhan 'Salah Sasaran'
DELI SERDANG Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Deli Serdang di Labuhan Deli membantah pemberitaan media daring yang menyebut penetapan d
HUKUM DAN KRIMINAL
BITVONLINE.COM -Kemajuan teknologi yang pesat di era Revolusi Industri 4.0 telah meningkatkan durasi paparan layar (screen time) pada bayi hingga anak-anak secara global. Sejumlah penelitian terkini mengungkapkan bahwa paparan layar yang berlebihan, terutama pada anak-anak di bawah usia dua tahun, dapat berdampak negatif terhadap perkembangan bahasa dan keterampilan sosial mereka.
Toddler Lebih Efektif Belajar dari Interaksi Manusia
Salah satu ilmuwan otak terkemuka, Patricia Kuhl, menegaskan bahwa bayi di bawah satu tahun lebih banyak belajar dari interaksi langsung dengan manusia dibandingkan dengan mesin. Dalam penelitiannya yang melibatkan lebih dari 4.000 bayi setiap tahun, ia menemukan bahwa meskipun bayi diperlihatkan video yang menarik, hasil pembelajaran mereka sangat berbeda. "Bayi memperoleh pemahaman luar biasa dari interaksi dengan manusia secara langsung, sementara dari mesin hampir tidak ada pembelajaran sama sekali," ujarnya.
Gangguan Fokus dan Konsentrasi Akibat Screen Time
Bayi dan balita membutuhkan lingkungan yang merangsang untuk mengembangkan konsentrasi serta fokus mereka. Paparan layar yang berlebihan dapat menghambat kemampuan ini karena anak-anak memerlukan waktu untuk memproses rangsangan dari dunia nyata. Membacakan buku cerita, misalnya, memberi mereka kesempatan untuk mencerna kata-kata, gambar, dan suara secara alami, yang tidak bisa diperoleh dari tayangan digital.
Menghambat Pengendalian Impuls dan Kreativitas
Bayi dan anak kecil cenderung cepat bosan. Aktivitas yang melibatkan interaksi fisik dan kognitif membantu mereka belajar menghadapi rasa frustrasi serta mengendalikan dorongan hati. Jika anak-anak terus-menerus distimulasi oleh perangkat layar, mereka kehilangan kemampuan untuk menghibur diri sendiri secara mandiri. Hal ini dapat menghambat kreativitas, imajinasi, serta motivasi mereka.
Keterlambatan Berbicara akibat Screen Time
Salah satu dampak paling mengkhawatirkan dari screen time adalah keterlambatan berbicara (speech delay). Menurut penelitian Chonchaiya dan Pruksananonda, anak-anak yang mulai menonton televisi sebelum usia 12 bulan dan terpapar lebih dari dua jam per hari memiliki kemungkinan enam kali lebih besar mengalami keterlambatan bahasa. Studi lain oleh Alhosani et al. (2023) mengungkapkan bahwa 90,3% anak-anak yang mengalami keterlambatan bicara ternyata memiliki riwayat paparan perangkat elektronik yang berlebihan.
Pengurangan Empati dan Kemampuan Sosial
Interaksi tatap muka merupakan faktor utama dalam pembelajaran sosial anak-anak. Ahli saraf dari Harvard, Charles Nelson, menyatakan bahwa komunikasi bayi sebelum mengembangkan bahasa sepenuhnya bersifat non-verbal, seperti ekspresi wajah dan gestur. Terlalu banyak screen time dapat mengurangi kemampuan bayi dalam membaca ekspresi manusia dan memahami emosi, sehingga menghambat perkembangan empati mereka.
Rekomendasi American Academy of Pediatrics dan WHO
American Academy of Pediatrics (AAP) menegaskan bahwa bayi di bawah usia 18 bulan tidak boleh terpapar layar kecuali untuk video call dengan anggota keluarga. Untuk anak berusia 18-24 bulan, AAP menyarankan agar orang tua menonton program berkualitas bersama anak mereka. Sedangkan untuk anak usia 2-5 tahun, durasi screen time yang diperbolehkan maksimal hanya satu jam per hari. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mengeluarkan pedoman serupa pada tahun 2019, yang merekomendasikan nol waktu layar untuk bayi di bawah dua tahun dan maksimal satu jam untuk anak usia 2-4 tahun.
Solusi: Pendampingan dan Konten Berkualitas
Bagi orang tua yang sudah menghadapi anak yang kecanduan screen time, penting untuk memilih konten berkualitas dan menontonnya bersama anak dalam batas waktu yang direkomendasikan. Aktivitas ini bisa menjadi kegiatan keluarga yang menyenangkan dan tetap memberikan manfaat edukatif bagi anak.
(kp/a)
DELI SERDANG Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Deli Serdang di Labuhan Deli membantah pemberitaan media daring yang menyebut penetapan d
HUKUM DAN KRIMINAL
PADANGSIDIMPUAN Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Padangsidimpuan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke18 dengan menyal
POLITIK
PALAS Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Padang Lawas, Soemarlin Halomoan Ritonga, resmi dicopot dari jabatannya beberapa hari lalu. Penco
HUKUM DAN KRIMINAL
TAPTENG Warga di Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, kembali menghadapi ancaman banjir sa
PEMERINTAHAN
BINJAI Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (Depicab) Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Kota Binjai periode 20262027 resm
POLITIK
TEPI BARAT Pemerintah Israel barubaru ini menyetujui proses pendaftaran lahan di Tepi Barat sebagai properti negara. Kementerian Luar
INTERNASIONAL
ACEH UTARA Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil atau yang akrab disapa Ayahwa, mengungkap fakta mengejutkan terkait dampak banjir besar yan
PERISTIWA
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) membantah kabar yang menyebut adanya temuan uang tunai Rp920 miliar saat penggeledahan rumah pejabat
HUKUM DAN KRIMINAL
BANDA ACEH Polda Aceh menyerahkan ratusan paket daging meugang kepada masyarakat dan awak media, Senin (16/2/2026), sebagai bagian dari
PEMERINTAHAN
JAKARTA Analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai, PDI Perjuangan (PDIP) memiliki alasan strategis yang sangat kuat untuk kembali
POLITIK