BREAKING NEWS
Rabu, 11 Maret 2026

Pramugari Ungkap Bahaya Mengambil Barang Bawaan Saat Evakuasi Pesawat

- Senin, 03 Maret 2025 09:18 WIB
Pramugari Ungkap Bahaya Mengambil Barang Bawaan Saat Evakuasi Pesawat
Ilustrasi Kabin Berasap
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BITVONLINE.COM -Saat pesawat menghadapi keadaan darurat, penumpang diingatkan untuk tetap tenang dan mengikuti arahan pramugari atau awak kabin.

Namun, ada satu hal yang perlu dihindari, yaitu mengambil barang bawaan yang ada di kabin kompartemen atas.

Leanna Coy, seorang pramugari yang berbagi pengalaman melalui akun TikTok-nya, menjelaskan alasan mengapa mengambil tas atau barang-barang berharga saat evakuasi justru dapat membahayakan nyawa seseorang.

Coy mengungkapkan bahwa proses evakuasi pesawat harus dilakukan dalam waktu yang sangat singkat, yaitu sekitar 90 detik.

Evakuasi Pesawat Memerlukan Waktu Cepat

Coy menekankan bahwa proses evakuasi dilakukan dalam waktu yang sangat terbatas. "Kami diajari untuk mengevakuasi penumpang dalam 90 detik," katanya.

Berdasarkan kejadian kecelakaan pesawat Delta Airlines di Bandara Internasional Toronto pada 17 Februari 2025, Coy menegaskan bahwa setiap detik sangat berharga saat evakuasi.

Jika penumpang memutuskan untuk mengambil barang-barang mereka dari kabin, proses evakuasi akan semakin lambat, yang dapat berisiko memperburuk keadaan, terutama jika pesawat mengalami kebakaran.

"Sembilan puluh detik. Hanya itu waktu yang Anda miliki untuk keluar dari pesawat," ungkap Coy, mengingatkan penumpang akan pentingnya mengikuti prosedur evakuasi yang sudah diajarkan.

Risiko Mengambil Barang Bawaan Terlalu Tinggi

Meski banyak penumpang merasa mereka hanya butuh beberapa detik untuk mengambil barang bawaan, Coy mengingatkan bahwa risiko tersebut terlalu besar. "Kami tidak punya waktu dua detik per orang di pesawat," tegasnya.

Proses evakuasi pesawat harus dilakukan dengan disiplin penuh terhadap waktu, tanpa ada penundaan yang bisa menyebabkan keselamatan terancam.

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru