BREAKING NEWS
Kamis, 30 April 2026

Memuja Perang, Merindukan Perdamaian: Si Vis Pacem Para Bellum

Adam - Rabu, 11 Maret 2026 07:51 WIB
Memuja Perang, Merindukan Perdamaian: Si Vis Pacem Para Bellum
AS dan Israel melancarkan serangan ke depot minyak di Teheran. Kebakaran besar terjadi di ibu kota Iran di tengah konflik yang memanas di Timur Tengah. (foto: @shanaka86/X)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Oleh:Febryanto Silaban

"JIKA kau mendambakan perdamaian, bersiaplah untuk perang."

Kalimat itu bergema di ruang bioskop yang gelap saat John Wick---sang Baba Yaga---kembali mengangkat senjatanya di sekuel ketiga, Parabellum. Bagi sebagian besar penonton, kalimat itu terdengar gagah, sebuah pembenaran atas kekerasan demi mencapai titik tenang.

Baca Juga:

Namun, saat kita melangkah keluar dari teater dan melihat tajuk berita hari ini, pepatah Latin ini tak lagi terasa seperti fiksi aksi. Ia terasa seperti peringatan yang menghantui.

Dari Selat Hormuz yang membara hingga padang rumput Ukraina yang hancur, dunia tampaknya sedang mengikuti diktum kuno ini dengan kepatuhan yang mematikan.

Dunia menahan napas, menyaksikan bagaimana "persiapan perang" justru melahirkan perang itu sendiri.

Tapi, benarkah kita memahami apa yang sebenarnya dimaksud oleh sang pencetus kalimat ini?

Ataukah kita sedang terjebak dalam salah paham sejarah yang fatal?

Bukan Seruan Perang: Menemukan Sang Penulis

Banyak yang mengira Si Vis Pacem Para Bellum adalah semboyan jenderal haus darah.

Padahal, kalimat ini tidak berasal dari mulut seorang penakluk, melainkan dari pena seorang penulis teori militer Romawi bernama Publius Flavius Vegetius Renatus pada akhir abad ke-4 Masehi.

Dalam karyanya, Epitoma Rei Militaris, konteks aslinya jauh dari glorifikasi agresi.

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Posbankum Desa Lampung Resmi Dibuka, Masyarakat Bisa Adukan Sengketa Secara Damai
Trump Klaim “Perang Hampir Selesai”, Iran Ogah Dikendalikan: Masa Depan Kawasan Ini di Tangan Kami
Presiden Prabowo Janji Beri Taklimat untuk Seluruh Warga Indonesia Terkait Gejolak Timur Tengah
Rupiah Menguat Tipis, Tapi Ancaman Gejolak AS-Iran Bisa Bikin Tekanan Berat
IHSG Melejit 105 Poin! Investor Berebut Saham “Diskon” di Tengah Gejolak Minyak
Presiden Prabowo: Meski Geopolitik Dunia Berguncang, Masalah Pangan Kita Aman
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru