Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Memahami Si Vis Pacem Para Bellum secara membabi buta hanya akan membawa kita pada kehancuran yang diramalkan Vegetius.
Kita harus sadar bahwa "persiapan" yang paling hakiki bukanlah soal berapa banyak nyawa musuh yang bisa kita ambil, melainkan seberapa lama kita bisa bertahan tanpa harus mengorbankan satu nyawa pun.
Sebab, pada akhirnya, ada satu hal yang pasti dalam setiap perang: pihak yang menang tetap akan menangis saat memakamkan prajuritnya.
Jadi, jika saat ini dunia terus berteriak "Para Bellum!", mungkin sudah saatnya kita berbisik pelan: Jika kau ingin damai, jangan cuma siapkan peluru, siapkan juga hati untuk bicara.
Karena jujur saja, sekuat apa pun militer kita, jika stok BBM cuma cukup untuk 20 hari, sepertinya kita tidak punya waktu untuk memenangkan perang-kita bahkan mungkin tidak punya cukup bensin untuk sekadar pergi ke meja perdamaian.* (news.detik.com)
*) Penulis adalah Mantan wartawan, pemerhati bahasa, dan praktisi Public Relations di sektor privat. Ia merupakan alumni program S-2 bidang Kebijakan Publik dari Universitas Indonesia.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.