BREAKING NEWS
Sabtu, 02 Mei 2026

Memuja Perang, Merindukan Perdamaian: Si Vis Pacem Para Bellum

Adam - Rabu, 11 Maret 2026 07:51 WIB
Memuja Perang, Merindukan Perdamaian: Si Vis Pacem Para Bellum
AS dan Israel melancarkan serangan ke depot minyak di Teheran. Kebakaran besar terjadi di ibu kota Iran di tengah konflik yang memanas di Timur Tengah. (foto: @shanaka86/X)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Memahami Si Vis Pacem Para Bellum secara membabi buta hanya akan membawa kita pada kehancuran yang diramalkan Vegetius.

Kita harus sadar bahwa "persiapan" yang paling hakiki bukanlah soal berapa banyak nyawa musuh yang bisa kita ambil, melainkan seberapa lama kita bisa bertahan tanpa harus mengorbankan satu nyawa pun.

Sebab, pada akhirnya, ada satu hal yang pasti dalam setiap perang: pihak yang menang tetap akan menangis saat memakamkan prajuritnya.

Jadi, jika saat ini dunia terus berteriak "Para Bellum!", mungkin sudah saatnya kita berbisik pelan: Jika kau ingin damai, jangan cuma siapkan peluru, siapkan juga hati untuk bicara.

Karena jujur saja, sekuat apa pun militer kita, jika stok BBM cuma cukup untuk 20 hari, sepertinya kita tidak punya waktu untuk memenangkan perang-kita bahkan mungkin tidak punya cukup bensin untuk sekadar pergi ke meja perdamaian.* (news.detik.com)

*) Penulis adalah Mantan wartawan, pemerhati bahasa, dan praktisi Public Relations di sektor privat. Ia merupakan alumni program S-2 bidang Kebijakan Publik dari Universitas Indonesia.

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Posbankum Desa Lampung Resmi Dibuka, Masyarakat Bisa Adukan Sengketa Secara Damai
Trump Klaim “Perang Hampir Selesai”, Iran Ogah Dikendalikan: Masa Depan Kawasan Ini di Tangan Kami
Presiden Prabowo Janji Beri Taklimat untuk Seluruh Warga Indonesia Terkait Gejolak Timur Tengah
Rupiah Menguat Tipis, Tapi Ancaman Gejolak AS-Iran Bisa Bikin Tekanan Berat
IHSG Melejit 105 Poin! Investor Berebut Saham “Diskon” di Tengah Gejolak Minyak
Presiden Prabowo: Meski Geopolitik Dunia Berguncang, Masalah Pangan Kita Aman
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru