Brimob Polda Sumut Musnahkan Ranjau Darat di Langkat
MEDAN Tim Unit Penjinak Bom (Jibom) Gegana Satuan Brimob Kepolisian Daerah Sumatera Utara memusnahkan bom militer jenis ranjau darat yan
PERISTIWA
Antitesis: Adakah Jalan Lain?
Jika Si Vis Pacem Para Bellum terasa terlalu dingin dan militeristik, sejarah Latin juga menyimpan kontra-narasi yang menarik.
Pada tahun 1919, bertepatan dengan berdirinya Organisasi Perburuhan Internasional (ILO), sebuah motto baru diperkenalkan: Si vis pacem, cole justitiam. Artinya, "jika kau menginginkan perdamaian, pupuklah keadilan."
Sebuah pernyataan yang revolusioner. Para pemimpin dunia pasca-Perang Dunia I menyadari bahwa perdamaian abadi tidak bisa dibangun di atas tumpukan senjata, melainkan di atas fondasi keadilan sosial.
Ketika negara-negara di Timur Tengah bersiap perang, akar sesungguhnya seringkali adalah ketidakadilan: sumber daya yang dikuasai segelintir elit, kesenjangan yang melebar, dan aspirasi rakyat yang terabaikan.
Di Indonesia, cole justitiam (pupuk keadilan) bisa berarti memastikan energi tidak hanya dinikmati segelintir orang, memperkuat industri dalam negeri, membangun ketahanan pangan, dan menciptakan sistem ekonomi yang tidak rentan terhadap guncangan global.
Ini adalah "persiapan perang" dalam arti sesungguhnya: membangun negara yang tangguh dari dalam.
Ada juga yang mencetuskan pepatah si vis pacem, para pacem (jika kau mendambakan perdamaian, siapkanlah perdamaian). Konsep ini menawarkan pendekatan melalui diplomasi, ketergantungan ekonomi yang sehat, dan keadilan sosial.
Jika kita terus-menerus membangun bunker, kita akan menghabiskan hidup kita di bawah tanah. Jika kita membangun jembatan, kita punya kesempatan untuk berjalan di atasnya.
Kita berada di persimpangan jalan sejarah yang sangat tipis. Di satu sisi, realitas brutal geopolitik memaksa kita untuk mengasah pedang. Di sisi lain, kemanusiaan meneriakkan perlunya meja perundingan.
John Wick menggunakan prinsip Parabellum (perang total dan brutal) karena dia adalah seorang pembunuh yang tidak memiliki pilihan lain dalam dunia kriminal yang hitam-putih.
Namun, negara dan pemimpin dunia bukanlah pembunuh bayaran dalam film aksi. Mereka memiliki tanggung jawab atas jutaan nyawa yang tak berdosa.
MEDAN Tim Unit Penjinak Bom (Jibom) Gegana Satuan Brimob Kepolisian Daerah Sumatera Utara memusnahkan bom militer jenis ranjau darat yan
PERISTIWA
JAKARTA Presiden ke5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mempertanyakan proses hukum kasus penyiraman air ker
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, menjadi ajang konsolidasi besar
NASIONAL
JAKARTA Video pernyataan Amien Rais terkait kedekatan Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang sempat vi
POLITIK
MEDAN Kepolisian menyelidiki kasus kematian seorang bayi yang diduga menjadi korban penganiayaan oleh orang tuanya di Kecamatan Batangku
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Medan
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Medan untuk memastikan akses pendidikan yang inklus
PENDIDIKAN
KEPULAUAN MERANTI Polda Riau melalui Polres Kepulauan Meranti berhasil membongkar penyelundupan narkotika jaringan internasional dengan ba
HUKUM DAN KRIMINAL
KUTACANE Polres Aceh Tenggara mencatat capaian kinerja penegakan hukum yang signifikan dalam kurun waktu satu tahun lebih tiga belas hari
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim, Hashim Djojohadikusumo, menyebut PT Pupuk Indonesia (Persero) mampu menjaga stabil
EKONOMI