Tebar Kebahagiaan, Rico Waas Ajak 428 Anak Yatim dan Dhuafa Belanja Baju Baru Sambut 10 Muharram
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menggelar program Belanja Baju Anak Yatim dan Dhuafa dalam rangka Lebaran Yatim 10 Muha
PEMERINTAHAN
MEDAN– Kota Medan tak hanya dibentuk oleh peran para bangsawan lokal dan kolonial Belanda, namun juga oleh seorang tokoh Tionghoa bernama Tjong Yong Hian, yang menjadi pelopor kemajuan ekonomi, sosial, dan infrastruktur pada awal abad ke-20. Jejak kontribusinya masih terasa hingga kini.
Lahir pada tahun 1850 di Guangdong, Tiongkok Selatan, Tjong Yong Hian merantau ke Nusantara pada usia 17 tahun.
Ia menempuh perjalanan laut dari Shantou hingga tiba di Batavia (sekarang Jakarta) pada tahun 1857, sebelum akhirnya menetap di Medan tiga tahun kemudian untuk membangun usahanya sendiri.
Tak terkendala bahasa, Tjong dengan cepat berbaur dan memulai bisnis di sektor perkebunan.
Ia menjalin kerja sama dengan mantan majikannya, Tjong Fatt Tze, menanam karet, kelapa, kopi, dan teh di lahan yang membentang hingga ratusan kilometer persegi.
Usahanya membuka banyak lapangan pekerjaan dan turut membentuk struktur ekonomi Kota Medan.
Pelopor Dunia Perbankan di Deli
Tjong Yong Hian tak berhenti di perkebunan. Ia bersama adiknya, Tjong A Fie, dan rekan bisnisnya mendirikan Bank Deli pada tahun 1907.
Bank ini dikenal progresif karena menghapus sistem monopoli yang saat itu diterapkan oleh Bank Hindia Belanda.
Terobosan tersebut menjadikan Bank Deli sebagai simbol perlawanan ekonomi masyarakat lokal terhadap dominasi kolonial.
Pemimpin Tionghoa yang Disegani
Pemerintah kolonial Belanda mengakui kiprahnya dan mengangkat Tjong Yong Hian sebagai Mayor Tionghoa, sedangkan adiknya Tjong A Fie menjabat sebagai Kapten Mayor.
Sosoknya dihormati tidak hanya oleh komunitas Tionghoa, tetapi juga oleh pemerintah kolonial, hingga ia menerima penghargaan tertinggi dari pemerintah Belanda atas jasa-jasanya dalam pembangunan dan kemanusiaan.
Kontributor Pembangunan dan Toleransi Beragama
Salah satu kontribusi terbesar Tjong Yong Hian adalah di bidang pembangunan.
Ia turut mendirikan Masjid Raya Al-Mashun, Rumah Sakit, Vihara Tian Hou, dan Masjid Lama Gang Bengkok.
Kiprahnya menjembatani kerukunan antarumat beragama dan ras di Medan, menjadikannya simbol persatuan lintas etnis pada masanya.
Tak hanya di Indonesia, Tjong juga memperoleh penghargaan dari pemerintah Qing di Tiongkok berkat kontribusinya di bidang sosial.
Di Kota Medan, namanya diabadikan menjadi Jalan Tjong Yong Hian, sebagai bentuk penghargaan abadi atas jasanya.
Taman Bersejarah di Pusat Kota
Sebagai bentuk penghormatan, pemerintah Kota Medan membangun Taman Tjong Yong Hian, yang kini menjadi salah satu destinasi sejarah dan budaya.
Di dalamnya terdapat makam Tjong Yong Hian dan istrinya, serta prasasti berbahasa Arab, Belanda, dan Tionghoa yang menceritakan kisah hidupnya.
Warisan Tjong Yong Hian membuktikan bahwa semangat kewirausahaan, dedikasi terhadap kemanusiaan, dan toleransi lintas budaya mampu membentuk kota yang inklusif dan maju.*
(mr/a008)
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menggelar program Belanja Baju Anak Yatim dan Dhuafa dalam rangka Lebaran Yatim 10 Muha
PEMERINTAHAN
MEDAN Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Sumatera Utara, Muhammad Faisal Hasrimy, hadir di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (26/6/2026
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tanjung Balai, Fitra Ramadhan Panjaitan, dituntut pidana lima tahun penjara dalam perkara
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Australia memastikan langkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah bermain imbang tanpa gol melawan Paraguay pada laga Grup
OLAHRAGA
JAKARTA Presiden ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi) kembali aktif di panggung politik praktis setelah menyelesaikan masa jabatannya pada ak
POLITIK
JAKARTA Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menanggapi hasil survei Litbang Kompas yang menunjukkan tingkat kepercayaan publik t
NASIONAL
DELI SERDANG Tim Terpadu Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menghentikan aktivitas pertambangan tanpa izin (PETI) di 13
PEMERINTAHAN
DELI SERDANG Pemerintah Provinsi Sumatera Utara resmi menutup delapan lokasi Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di Desa Titi Besi, Kecamatan
PEMERINTAHAN
BATU BARA Bupati Batu Bara, Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., bersama Wakil Bupati Batu Bara, Syafrizal, S.E., M.AP., menghadiri k
PEMERINTAHAN
ACEH BESAR Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus 8 Aceh di Kecamatan Seulimum, Kabupaten Aceh Besar, kembali melaksanakan kegiat
NASIONAL