Asap Berbahaya Masih Menyelimuti Lokasi Kebakaran, Rico Waas Minta Warga Segera Mengungsi
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas turun langsung meninjau lokasi kebakaran pabrik plastik dan mainan di Jalan Ladang, Gang Pe
PEMERINTAHAN
MEDAN— Tepat pada 23 Maret 1978 silam, Adam Malik resmi menjadi Wakil Presiden ke-3 Republik Indonesia.
Ia dipilih langsung oleh Presiden Soeharto menggantikan Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang tidak bersedia dicalonkan kembali.
Penunjukannya bukanlah tanpa alasan: Adam Malik adalah sosok yang melewati empat babak sejarah penting bangsa Indonesia.
Dikenal sebagai "Si Bung" di kalangan keluarga dan kerabat dekat, Adam Malik merupakan tokoh yang mencatatkan jejak kuat dalam sejarah bangsa.
Lahir di Pematangsiantar, Sumatera Utara, pada 22 Juli 1917, Adam adalah putra dari pasangan Abdul Malik Batubara dan Salamah Lubis.
Bahkan di usia belia, Adam Malik telah menunjukkan kecerdasan dan semangat nasionalisme.
Ia dijuluki "kancil" oleh Perdana Menteri Amir Syarifudin karena kecerdikannya.
Pada usia 17 tahun, ia memimpin Partindo Pematangsiantar, partai lokal yang ia kembangkan dari hanya 11 orang anggota.
Merantau ke Jakarta, Lahirnya Karier Wartawan dan Pejuang
Setelah merantau ke Jakarta, Adam Malik menapaki karier sebagai jurnalis.
Ia adalah salah satu pendiri Kantor Berita Antar, cikal bakal LKBN Antara.
Saat pendudukan Jepang, Adam menjadi wartawan Domei, yang memberinya akses luas terhadap informasi internasional.
Informasi tersebut kemudian ia gunakan untuk menyuplai intelijen dan ide perjuangan bagi para tokoh bangsa.
Setelah kemerdekaan, ia dipercaya menjadi Ketua Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) pada 1945-1947.
Ia juga mendirikan Partai Rakyat dan Partai Murba, serta menjadi anggota DPR hasil Pemilu pertama tahun 1955.
Karier Diplomatik dan Internasional yang Cemerlang
Adam Malik bukan hanya tokoh nasional, tapi juga aktor penting di panggung internasional.
Ia pernah menjadi Duta Besar RI untuk Uni Soviet dan Polandia, serta memimpin delegasi RI dalam perundingan Irian Barat di Washington D.C.
Puncak prestasinya di kancah dunia terjadi pada 1971, saat ia terpilih sebagai Ketua Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-26.
Ia menjadi satu-satunya tokoh Indonesia yang pernah memimpin sidang majelis umum PBB, termasuk dalam momen bersejarah, yaitu penerimaan Republik Rakyat Tiongkok (RRC) sebagai anggota PBB dengan hak veto.
Kiprah Dalam Negeri Hingga Kursi Wakil Presiden
Di dalam negeri, Adam Malik pernah menjabat Menteri Perdagangan, Wakil Panglima Operasi KOTOE, Waperdam II, dan Menteri Luar Negeri dalam Kabinet Dwikora II.
Karier puncaknya datang pada 1978 saat ia dilantik menjadi Wakil Presiden RI, mendampingi Presiden Soeharto dalam periode kedua pemerintahan Orde Baru.
Adam Malik wafat pada 5 September 1984 dan dikenang sebagai tokoh bangsa yang bukan hanya cerdas, tetapi juga teguh memperjuangkan nilai-nilai diplomasi, kemerdekaan, dan kejujuran politik.*
(tp/a008)
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas turun langsung meninjau lokasi kebakaran pabrik plastik dan mainan di Jalan Ladang, Gang Pe
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memberikan apresiasi kepada Maluku Medan Bersatu (MMB) yang telah menunjukkan kepedulian so
PEMERINTAHAN
JAKARTA Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea angkat bicara terkait berbagai kritik yang belakangan diarahkan kepada Sekretaris Kabinet (
NASIONAL
MONTERREY Timnas Jepang tampil perkasa saat menghadapi Tunisia pada laga Grup F Piala Dunia 2026. Samurai Biru sukses meraih kemenangan te
OLAHRAGA
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pasokan batu bara untuk PT PLN (Persero) tetap dalam k
NASIONAL
DAIRI Kecelakaan beruntun melibatkan empat kendaraan terjadi di Jalan Nasional SidikalangMedan, tepatnya di Dusun Invaliden, Desa Peg
PERISTIWA
JAKARTA Polemik posisi partai penyeimbang yang disematkan kepada PDI Perjuangan kembali memanas di ruang politik nasional. Sejumlah el
POLITIK
BANDA ACEH Satu korban insiden ledakan di Kapal Aceh Hebat (AH) 2, Fakhri Herdieco, meninggal dunia saat menjalani perawatan intensif di
PERISTIWA
MEDAN Kebakaran pabrik plastik dan mainan di kawasan Medan Johor, Kota Medan, hingga Minggu (21/6/2026) siang masih belum sepenuhnya pad
PERISTIWA
JAKARTA Tiga negara dipastikan sudah lebih dulu mengamankan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah menyelesaikan matchday kedu
OLAHRAGA