BREAKING NEWS
Rabu, 18 Maret 2026

Ansyari Lubis, Gelandang Jenius yang Dijuluki “Maradona dari Medan”

Indra Saputra - Senin, 22 September 2025 11:33 WIB
Ansyari Lubis, Gelandang Jenius yang Dijuluki “Maradona dari Medan”
Ansyari Lubis. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Salah satu momen paling berkesan dalam kariernya adalah saat tampil di ajang Piala Tiger 1996 (kini AFF Cup), di mana Indonesia berhasil mencapai final sebelum dikalahkan Thailand lewat adu penalti.

Dalam turnamen itu, Ansyari menjadi motor penggerak lini tengah, berkolaborasi dengan nama-nama besar seperti Kurniawan Dwi Yulianto dan Widodo Cahyono Putro.

Perannya sebagai playmaker sangat vital, menjadi pengatur serangan sekaligus penghubung antar lini.

Ia juga tercatat memperkuat Merah Putih di berbagai ajang internasional lainnya seperti SEA Games dan Pra-Piala Dunia, menjadikannya sebagai salah satu pemain paling berpengalaman di eranya.

Gaya bermain Ansyari yang mengedepankan teknik tinggi, kemampuan menggiring bola, dan visi luar biasa, membuat banyak pengamat menjulukinya sebagai "Maradona dari Medan."

Julukan ini tidaklah berlebihan. Meski bertubuh mungil, Ansyari mampu mendominasi lini tengah berkat kecerdasan, kelincahan, dan determinasi tinggi.

Ia menjadi bukti bahwa pemain dengan postur tidak besar tetap bisa bersinar, asalkan memiliki kualitas teknik dan etos kerja yang luar biasa.

Sepanjang kariernya, Ansyari Lubis tak hanya membela PSMS Medan, namun juga memperkuat sejumlah klub elite Indonesia seperti Persib Bandung, Pelita Jaya, Persebaya Surabaya, hingga Persija Jakarta.
Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Dramatis! PSMS Curi Poin Lewat Gol Menit Akhir di Kandang PSPS, Imbang 3-3
Mother Station CNG Pertama di Medan! Dukung Akses Energi Lebih Murah dan Ramah Lingkungan
Hujan Tak Surutkan Semangat Warga Medan Rayakan World Cleanup Day 2025
Wakil Wali Kota Medan Tegas: Camat hingga Kepling Wajib Pemetaan Zona Narkoba, Jika Lalai Akan Dicopot!
Terdakwa TPPO ART ke Malaysia Dituntut 9 Tahun Penjara, Diminta Bayar Restitusi ke Korban
Rutan Kelas I Medan Gelar Skrining Tuberkulosis untuk 200 Warga Binaan, Dukung Eliminasi TB 2030
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru