Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Salah satu momen paling berkesan dalam kariernya adalah saat tampil di ajang Piala Tiger 1996 (kini AFF Cup), di mana Indonesia berhasil mencapai final sebelum dikalahkan Thailand lewat adu penalti.
Dalam turnamen itu, Ansyari menjadi motor penggerak lini tengah, berkolaborasi dengan nama-nama besar seperti Kurniawan Dwi Yulianto dan Widodo Cahyono Putro. Perannya sebagai playmaker sangat vital, menjadi pengatur serangan sekaligus penghubung antar lini.
Ia juga tercatat memperkuat Merah Putih di berbagai ajang internasional lainnya seperti SEA Games dan Pra-Piala Dunia, menjadikannya sebagai salah satu pemain paling berpengalaman di eranya.Gaya bermain Ansyari yang mengedepankan teknik tinggi, kemampuan menggiring bola, dan visi luar biasa, membuat banyak pengamat menjulukinya sebagai "Maradona dari
Medan."
Julukan ini tidaklah berlebihan. Meski bertubuh mungil, Ansyari mampu mendominasi lini tengah berkat kecerdasan, kelincahan, dan determinasi tinggi.Ia menjadi bukti bahwa pemain dengan postur tidak besar tetap bisa bersinar, asalkan memiliki kualitas teknik dan etos kerja yang luar biasa.
Sepanjang kariernya,
Ansyari Lubis tak hanya membela
PSMS Medan, namun juga memperkuat sejumlah klub elite Indonesia seperti Persib Bandung, Pelita Jaya, Persebaya Surabaya, hingga Persija Jakarta.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.