Polisi, militer, dan unit penanggulangan terorisme bersiaga di Dhaka untuk mengantisipasi kemungkinan kericuhan.
Tiga hakim yang memimpin panel ICT Golam Mortuza Mozumder, Shafiul Alam Mahmood, dan Mohitul Haque Enam Chowdhury menyatakan bahwa pengadilan telah mengevaluasi seluruh bukti, termasuk rekaman drone dan perintah operasi pasukan keamanan saat Hasina masih menjabat.
Pihak penuntut menuntut hukuman maksimal.
Sementara itu, tim pembela yang ditunjuk negara berargumen bahwa proses ini sarat tekanan politik dan tidak memenuhi standar pembuktian untuk kategori kejahatan terhadap kemanusiaan.
Dinamika Politik yang Membelah
Partai Awami League partai yang dibesarkan Hasina kini berada dalam posisi terpojok setelah pemerintah transisi melarang seluruh kegiatan politik mereka.
Para loyalis menyebut persidangan ini sebagai "penghakiman politik berkedok hukum", sementara kubu pemerintah menegaskan bahwa kasus ini merupakan langkah korektif setelah puluhan tahun kekuasaan otoriter.
Di India, tempat Hasina berlindung sejak Agustus tahun lalu, proses lobi dan tekanan diplomatik terus berlangsung.
Namun, hingga kini New Delhi belum memberikan sinyal akan mengekstradisi Hasina ke Bangladesh.
Babak Penentu
Pembacaan putusan ini menjadi titik balik penting bagi Bangladesh.