BREAKING NEWS
Kamis, 22 Januari 2026

Mengenang Djumongkas Hutagaol: Tokoh Masyarakat dan Pengusaha Batak yang Teguh Prinsip

Raman Krisna - Selasa, 20 Januari 2026 11:45 WIB
Mengenang Djumongkas Hutagaol: Tokoh Masyarakat dan Pengusaha Batak yang Teguh Prinsip
Djumongkas Hutagaol atau dikenal juga dengan nama operasi Doddy Doli. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Masyarakat Sumatera Utara berduka. Tokoh masyarakat sekaligus pengusaha sukses, Djumongkas Hutagaol atau dikenal juga dengan nama operasi Doddy Doli, meninggal dunia pada usia 79 tahun di RSUP H Adam Malik Medan, Senin (19/1/2026) pukul 14.05 WIB.

Almarhum meninggalkan seorang istri, enam anak, dan 24 cucu.

Djumongkas dikenal luas sebagai sosok yang teguh pada prinsip, berani bersuara melawan kesewenangan, dan memiliki kiprah panjang di dunia usaha serta politik.

Baca Juga:

Semasa hidupnya, ia pernah berada di garis depan dalam konflik internal HKBP, membentuk kelompok SSA (Setia Sampai Akhir) untuk mendukung Ephorus Pdt Dr SAE Nababan, meski mendapat tekanan dari rezim Orde Baru.

Selain itu, Djumongkas bersama sejumlah tokoh aktivis Sumut, termasuk Timbul Raya Manurung, Parlin Manihuruk, dan Japorman Saragih, ikut mendirikan Aliansi Gerakan Reformasi Sumatera Utara (Agresu).

Aliansi ini menjadi lokomotif reformasi di Sumut dan memperjuangkan pembentukan Provinsi Tapanuli, yang tetap menjadi cita-cita almarhum hingga akhir hayatnya.

Pria kelahiran 31 Agustus 1946 di Desa Hutabulu Mejan, Balige, ini memulai hidupnya dari nol. Setelah tamat STM, Djumongkas merantau ke Medan dan bekerja sebagai kuli bangunan, tukang, hingga pemborong.

Berbekal pengalaman dan modal kerja keras, ia mendirikan usaha transportasi Medan Bus pada era 1980-an, yang kemudian berkembang pesat dan menjadikannya salah satu pionir moda angkutan di Kota Medan.

Selain dunia usaha, almarhum aktif di politik sebagai anggota PDIP, sempat menjabat wakil ketua DPD, dan menekuni kegiatan di HKBP serta pelestarian budaya Batak.

Ia juga mendirikan berbagai unit usaha, termasuk Sandhra Prima, Kilang Padi 556, CV Mekar Sari, jasa titipan kilat, apotek, dan dua hari sebelum wafat, sempat meresmikan unit usaha baru 556 Pool & Cafe.

Acara Ria Raja untuk almarhum akan dilaksanakan pada Rabu, 21 Januari 2026 pukul 20.00 WIB, dilanjutkan dengan adat Partuatna pada Kamis, 22 Januari 2026, di rumah duka Jalan Syahruddin No 56, Sitirejo III, Medan Amplas.

Almarhum kemudian akan dimakamkan di Pekuburan Keluarga Dolok Nagodang, Balige, Kabupaten Toba, Jumat, 23 Januari 2026.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru