BREAKING NEWS
Jumat, 13 Februari 2026

Dja Endar Moeda Harahap: Perintis Pers Melayu yang Berani Menulis di Bawah Bayang-bayang Kolonial

Mora Siregar - Selasa, 10 Februari 2026 08:56 WIB
Dja Endar Moeda Harahap: Perintis Pers Melayu yang Berani Menulis di Bawah Bayang-bayang Kolonial
Dja Endar Moeda Harahap. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

PADANGSIDIMPUAN – Sebelum kata "kebebasan pers" menjadi jargon, seorang anak lahir di Padangsidimpuan pada 1861: Dja Endar Moeda Harahap.

Dari keterbatasan dunia kolonial, ia menyalakan cahaya melalui kata-kata, menjadi salah satu perintis pers Melayu yang menentang pembungkaman suara pribumi.

Pendidikan di Kweekschool Padangsidimpuan dan bimbingan C. A. van Ophuijsen membentuk dasar intelektualnya.

Baca Juga:

Karier jurnalistiknya dimulai pada 1887 sebagai redaktur Soeloeh Pengadjar, jurnal pendidikan berbahasa Belanda.

Namun titik balik terjadi setelah menunaikan ibadah haji pada 1892 dan mengganti namanya menjadi Haji Muhammad Saleh.

Padangsidimpuan menjadi pusat perjuangannya: mendirikan sekolah swasta dan memimpin Pertja Barat, surat kabar Melayu pertama yang dimiliki pribumi.

Di bawah kepemimpinannya, Pertja Barat kritis, mengangkat isu pendidikan, peran perempuan, adat, serta menyoroti kebijakan kolonial dan elite priyayi.

Konflik dengan pihak kolonial membuatnya beberapa kali berhadapan dengan hukum.

Ketika diusir dari Padang, ia melanjutkan perjuangan di Kutaraja (Banda Aceh) dengan mendirikan Pemberita Atjeh pada 1906, serta menjangkau Medan melalui Pewarta Deli pada 1910, surat kabar Melayu pertama di Medan yang dimiliki dan dipimpin pribumi.

Media-media yang dipimpinnya menjadi sarana perjuangan kolektif, sekaligus merawat identitas dan sejarah Sumatra, termasuk lewat buku "Riwayat Poelaoe Soematra" (1903).

Hidup Dja Endar Moeda tidak lepas dari tekanan, pengusiran, dan penahanan. Namun pengorbanannya membentuk fondasi pers bumiputra.

Ia wafat pada 1926 di Kutaraja, jauh dari tanah kelahiran, tetapi gagasannya tetap hidup dalam tradisi jurnalistik Indonesia.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
BRI Dukung Penyaluran Dana Tunggu Hunian untuk 100 Warga Terdampak Bencana di Tapanuli Selatan
Prakiraan Cuaca Sumut Hari Ini, Selasa 10 Februari 2026: Sebagian Besar Wilayah Berawan
Kebakaran Hebat di Pejagalan Penjaringan, 45 Personel Damkar Dikerahkan untuk Padamkan Api
Hari Pers Nasional 2026, Istana Ajak Insan Pers Bersatu Lawan Hoaks dan Disinformasi Demi Kemajuan Bangsa
362 Calon Jamaah Haji Bireuen Digembleng Lewat Simulasi Umrah untuk Siapkan Kemandirian Ibadah di Tanah Suci
Wagub Aceh Minta Kabupaten dan Kota Matangkan Persiapan Ramadhan di Tengah Pemulihan Pasca Bencana
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru