BREAKING NEWS
Senin, 15 Juni 2026

dr. Ferdinand Lumban Tobing dari Tapanuli: Dokter, Pejuang Kemerdekaan, Gubernur Sumut, hingga Menteri RI

Adelia Syafitri - Senin, 15 Juni 2026 09:30 WIB
dr. Ferdinand Lumban Tobing dari Tapanuli: Dokter, Pejuang Kemerdekaan, Gubernur Sumut, hingga Menteri RI
dr. Ferdinand Lumban Tobing. (foto: Wikipedia)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Nama dr. Ferdinand Lumban Tobing mungkin tidak sepopuler sejumlah tokoh nasional lainnya.

Namun, sosok kelahiran Tapanuli ini memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, khususnya di Sumatera Utara.

Selain dikenal sebagai dokter, Ferdinand Lumban Tobing juga tercatat sebagai pejuang kemerdekaan, tokoh politik, mantan Gubernur Sumatera Utara, Menteri Penerangan Republik Indonesia, hingga dianugerahi gelar Pahlawan Kemerdekaan Nasional.

Baca Juga:

Berikut sejumlah fakta menarik tentang perjalanan hidup dr. Ferdinand Lumban Tobing.

Lahir di Tapanuli dan Menempuh Pendidikan Kedokteran

Ferdinand Lumban Tobing lahir di Sibuluan, Tapanuli, pada 19 Februari 1899.

Ia merupakan anak keempat dari sembilan bersaudara pasangan Herman Lumban Tobing dan Laura Sitanggang.

Sejak kecil, Ferdinand dikenal memiliki semangat belajar yang tinggi.

Pada usia lima tahun, ia dibawa ke Depok oleh ayah angkatnya, Jonathan Pasanea, dan mengenyam pendidikan di sekolah dasar Belanda.

Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, Ferdinand melanjutkan studi di STOVIA, sekolah kedokteran bergengsi pada masa Hindia Belanda yang banyak melahirkan tokoh pergerakan nasional.

Lulus pada tahun 1924, ia mulai berkarier sebagai dokter di Centrale Burgelijke Ziekenhuis (CBZ) Jakarta yang kini dikenal sebagai Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Dari Dokter Menjadi Tokoh Politik

Perjalanan hidup Ferdinand berubah ketika Jepang menduduki Indonesia pada 1942.

Saat itu, ia membantu mengobati seorang perwira polisi militer Jepang yang terluka.

Peristiwa tersebut membuka jalan baginya untuk terlibat dalam pemerintahan daerah.

Ferdinand kemudian dipercaya menjadi Ketua Badan Perwakilan Daerah di Keresidenan Tapanuli.

Meski mulai aktif dalam dunia politik dan pemerintahan, ia tetap menjalankan profesinya sebagai dokter yang melayani masyarakat.

Berperan dalam Pengalihan Kekuasaan Pasca Proklamasi

Salah satu jasa terbesar Ferdinand Lumban Tobing terjadi setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Ketika pemerintah pusat meminta pembentukan pemerintahan Republik Indonesia di Tapanuli, kondisi saat itu masih rumit karena tentara Jepang masih berada di wilayah tersebut.

Dengan pendekatan yang hati-hati dan diplomatis, Ferdinand berhasil memindahkan kekuasaan pemerintahan di Keresidenan Tapanuli kepada Republik Indonesia tanpa menimbulkan konflik besar.

Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat eksistensi pemerintahan Indonesia di wilayah Sumatera.

Mengeluarkan Orita untuk Membantu Rakyat

Pada masa perang kemerdekaan, Tapanuli menjadi salah satu daerah tujuan pengungsian masyarakat dari berbagai wilayah yang terdampak konflik.

Melihat kondisi tersebut, Ferdinand yang saat itu menjabat Residen Tapanuli dan Ketua Dewan Pertahanan Daerah mengambil langkah penting dengan mencetak Orita atau Oeang Republik Indonesia Tapanuli.

Kebijakan tersebut dilakukan untuk mempermudah transaksi ekonomi masyarakat sekaligus membantu para pengungsi yang datang ke wilayah Tapanuli.

Menjabat Gubernur Sumut dan Menteri Penerangan

Karier politik Ferdinand terus berkembang setelah Indonesia merdeka. Ia dipercaya menjadi Gubernur Sumatera Utara kedua pada periode 1948 hingga 1950.

Tak hanya itu, pada 1953 ia diangkat menjadi Menteri Penerangan Republik Indonesia dalam Kabinet Ali Sastroamidjojo I.

Pada periode yang sama, Ferdinand juga sempat merangkap sebagai Menteri Kesehatan ad interim sebelum akhirnya fokus menjalankan tugas sebagai Menteri Penerangan.

Diangkat Menjadi Pahlawan Nasional

Dr. Ferdinand Lumban Tobing wafat di Jakarta pada 7 Oktober 1962 dalam usia 63 tahun.

Jenazahnya dimakamkan di Kolang Nauli, Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Atas jasa dan pengabdiannya kepada bangsa dan negara, pemerintah menganugerahkan gelar Pahlawan Kemerdekaan Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 361 Tahun 1962.

Nama Ferdinand Lumban Tobing juga diabadikan menjadi nama rumah sakit umum di Sibolga serta bandar udara di Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Hingga kini, sosok dr. Ferdinand Lumban Tobing dikenang sebagai dokter pejuang yang mengabdikan hidupnya untuk kemerdekaan, pembangunan daerah, dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.*


(dwp/ad)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Ketika Bangsa Sedang Lelah
Tahukah Anda? Ini 10 Peristiwa Bersejarah dalam Islam yang Dikaitkan dengan Bulan Muharram
Sekda Aceh: Pengabdian dr. Zaini Abdullah Akan Selalu Dikenang dan Menjadi Bagian dari Sejarah Aceh
Bupati Batu Bara Lepas Kafilah MTQ ke-40 Tingkat Provinsi Sumatera Utara, Targetkan Kembali Kejayaan Qori dan Qoriah
Pembangunan Hunian Tetap Korban Bencana di Sumatera Dipercepat, Validasi Data Penyintas Jadi Fokus
Petani Tebu Usulkan Gula Masuk Bantuan Pangan, Ini Jawaban Pemerintah
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru