Tiga Desa Nunukan Diklaim Malaysia, Ini Penjelasan Pemerintah
JAKARTA Pemerintah merespons klaim Malaysia atas tiga desa di Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Ketiga desa yang dipersoalkan
HUKUM DAN KRIMINAL
SUMUT – Polemik mengenai pantun Baharuddin Siagian, calon Bupati Batubara, yang dianggap kontroversial kini menjadi perhatian publik. Pantun tersebut menjadi bahan pembicaraan hangat dan dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk memancing opini negatif, mengingat Baharuddin adalah salah satu kandidat dalam Pilkada Batubara 2024.
Ariswan, Pengarah dan Team Teknis Group Facebook serta WhatsApp Mengangkat Batang Terendam, turut menanggapi situasi tersebut. Ia menjelaskan bahwa Melayu bukan sekadar suku, melainkan bangsa. “Siapa yang beragama Islam, dia adalah bagian dari bangsa Melayu. Pada zaman dahulu, masuk Islam berarti masuk Melayu,” ujar Ariswan saat diwawancarai oleh awak media.
Dalam pantun yang disampaikan b, lanjut Ariswan, jelas terlihat penghargaan terhadap tanah Melayu. Baharuddin secara terbuka mengakui bahwa Batubara adalah tanah Melayu, yang menandakan penghormatan terhadap bangsa Melayu.
Selain itu, Ariswan menambahkan bahwa Baharuddin baru-baru ini bertemu dengan beberapa tokoh Melayu dan berkunjung ke Istana Limalaras. Dalam kesempatan tersebut, Baharuddin mengungkapkan niatnya untuk memperindah istana jika terpilih memimpin Kabupaten Batubara, menunjukkan ikatan kuatnya dengan budaya Melayu.
Ariswan juga berpesan kepada masyarakat Melayu untuk tidak mudah dihasut, terutama di tengah suasana politik menuju Pilkada serentak 2024. “Bangsa Melayu jangan mau dipecah belah oleh pihak-pihak yang memanfaatkan situasi. Kita harus tetap solid dan bersatu,” pesannya.
Ia menekankan bahwa konsep Mengangkat Batang Terendam adalah menghidupkan kembali budaya dan peradaban yang mulai hilang. Niat Baharuddin memperindah Istana Limalaras dianggap sejalan dengan konsep tersebut. Ariswan juga berpesan kepada Baharuddin agar, jika terpilih, dapat menghidupkan kembali budaya Melayu yang hampir punah.
“Budaya Melayu bukan hanya soal pantun dan tarian. Ada banyak tradisi yang patut dilestarikan, seperti ronggeng Pakpung, Marhaban, Barzanji, Magrib Mengaji, Mandi Berdimbar, hingga Malam Berinai. Semua itu adalah kekayaan budaya Melayu yang harus kita jaga,” tutup Ariswan.MTK_07
JAKARTA Pemerintah merespons klaim Malaysia atas tiga desa di Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Ketiga desa yang dipersoalkan
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Pemerintah Kota Medan menjatuhkan sanksi disiplin berat kepada mantan Camat Medan Maimun Almuqarrom Natapradja berupa pembebasan t
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA DPR RI resmi menyetujui pengesahan 9 anggota Ombudsman Republik Indonesia periode 20262031 dalam rapat paripurna yang digelar d
NASIONAL
JAKARTA DPR RI resmi menyetujui rekomendasi percepatan reformasi Polri dalam rapat paripurna ke12 Masa Sidang III Tahun Sidang 2025202
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA DPR RI secara resmi menyetujui Wakil Ketua DPR RI, Adies Kadir, menjadi calon hakim Mahkamah Konstitusi (MK) usulan DPR. Persetu
NASIONAL
DENPASAR Polsek Denpasar Timur (Dentim) menggelar patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) yang dikombinasikan dengan patroli yus
NASIONAL
JAKARTA Filsuf dan pengamat politik Rocky Gerung memenuhi panggilan pemeriksaan di Polda Metro Jaya pada Selasa, 27 Januari 2026. Rocky
HUKUM DAN KRIMINAL
BANDUNG Rencana Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menjadikan Kebun Binatang Bandung sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) menuai kritik taja
PEMERINTAHAN
MEDAN Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Provinsi Sumatera Utara, Naslindo Sirait, ditetapkan sebagai tersangka dalam
HUKUM DAN KRIMINAL
ACEH TAMIANG Gagasan inovatif Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, untuk memanfaatkan lumpur sisa banjir sebagai media tana
NASIONAL