BREAKING NEWS
Sabtu, 26 September 2026

Guruh Soekarnoputra Tutup Usia, Ini Kiprah Putra Bungsu Bung Karno di Dunia Seni Indonesia

Adelia Syafitri - Sabtu, 26 September 2026 07:44 WIB
Guruh Soekarnoputra Tutup Usia, Ini Kiprah Putra Bungsu Bung Karno di Dunia Seni Indonesia
Mohammad Guruh Irianto Sukarnoputra atau yang dikenal sebagai Guruh Soekarnoputra. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Kabar duka datang dari keluarga besar Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno.

Mohammad Guruh Irianto Sukarnoputra atau yang dikenal sebagai Guruh Soekarnoputra meninggal dunia pada Sabtu, 26 September 2026.

Guruh mengembuskan napas terakhir pada pukul 04.16 WIB di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta, dalam usia 73 tahun.

Baca Juga:

Kabar tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

Guruh merupakan putra bungsu Soekarno dan Fatmawati. Ia juga merupakan adik dari Megawati Soekarnoputri.

Perpusnas mencatat Soekarno dan Fatmawati memiliki lima anak, yakni Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati, dan Guruh.

Selain dikenal sebagai bagian dari keluarga Presiden Soekarno, Guruh memiliki perjalanan panjang di dunia seni dan budaya Indonesia.

Ia dikenal sebagai seniman yang menaruh perhatian besar terhadap musik, tari, pertunjukan, dan kebudayaan Indonesia.

Guruh Soekarnoputra dan Kecintaannya pada Seni

Guruh lahir di Jakarta pada 13 Januari 1953. Ketertarikannya terhadap seni sudah terlihat sejak usia dini.

Sejak berusia lima tahun, Guruh mulai mempelajari berbagai jenis tari, termasuk tari Jawa, Sunda, dan Bali.

Ia juga belajar bermain piano dan membentuk Band Bocah. Kecintaannya terhadap seni kemudian terus berkembang hingga memasuki usia remaja.

Pada 1965, Guruh membentuk band bernama The Beat G.

Perjalanan musiknya berlanjut hingga menghasilkan album Guruh Gipsy pada 1975 bersama sejumlah musisi.

Album tersebut dikenal karena memadukan musik modern dengan gamelan Bali.

Perpaduan itu menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan kreativitas Guruh di dunia musik.

Mendirikan Swara Mahardika

Kiprah Guruh tidak hanya berlangsung di dunia musik. Ia juga menciptakan pertunjukan yang memadukan musik, tari, dan unsur kebudayaan Indonesia.

Pada 27 Maret 1977, Guruh mendirikan Swara Mahardika. Organisasi tersebut kemudian berubah menjadi Yayasan Swara Mahardika pada 1987.

Dua tahun kemudian, pada 1989, Guruh mendirikan PT Gencar Semarak Perkasa (GSP).

Sejumlah pertunjukan besar kemudian lahir dari kreativitas Guruh. Pada 1979, ia menggelar Pergelaran Karya Cipta Guruh Soekarno Putra I.

Setahun kemudian, ia menggelar Pergelaran Karya Cipta Guruh Soekarno Putra II bertajuk Untukmu Indonesiaku.

Pertunjukan tersebut juga dikembangkan menjadi film semi-dokumenter dengan judul yang sama.

Karya pertunjukannya berlanjut melalui Pergelaran Karya Cipta Guruh Soekarno Putra III Cinta Indonesia.

Pada 1986, Guruh kembali menggelar Pergelaran Karya Cipta Guruh Soekarno Putra IV bertajuk Gilang Indonesia Gemilang.

Setahun kemudian, ia menggelar pertunjukan kolosal Jak Jak Jak Jakarta untuk memperingati ulang tahun Jakarta ke-462.

Pada tahun yang sama, Guruh juga menggelar Pergelaran Kolosal Gempita Swara Mahardika untuk memperingati 10 tahun Swara Mahardika.

Kiprah Guruh Soekarnoputra di Dunia Film

Guruh juga memiliki kiprah dalam perfilman Indonesia.

Ia pernah terlibat di balik layar sebagai ilustrator musik untuk sejumlah film, di antaranya Ali Topan Anak Jalanan, Gita Cinta dari SMA, dan Puspa Indah Taman Hati.

Selain menjadi ilustrator musik, Guruh juga pernah tampil sebagai aktor.

Salah satunya ketika ia memerankan tokoh Sunan Muria dalam film Sembilan Wali yang dirilis pada 1985.

Prestasi Guruh di Dunia Musik

Perjalanan Guruh sebagai seniman juga menghasilkan sejumlah prestasi.

Pada 1976, ia meraih prestasi melalui komposisi lagu Renjana dalam Festival Lagu Populer Tingkat Nasional.

Guruh kemudian mewakili Indonesia dalam World Popular Song Festival di Tokyo, Jepang.

Dalam ajang tersebut, Guruh meraih Kawakami Award dan Audience Selections Award melalui lagu Kembalikan Baliku.

Lagu tersebut juga meraih kemenangan dalam Festival Lagu Populer Tingkat Nasional pada 1987.

Selain itu, Guruh memperoleh penghargaan ilustrasi musik dalam Festival Film Indonesia 1978 yang digelar di Ujung Pandang.

Guruh Soekarnoputra meninggalkan perjalanan panjang di dunia seni Indonesia.

Kiprahnya mencakup musik, tari, pertunjukan, film, hingga upaya memperkenalkan unsur budaya Indonesia melalui karya-karyanya.* (di/ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Mahyaruddin Salim Dorong LASQI Tanjungbalai Jadi Wadah Pengembangan Seni Qasidah
Di Tengah Gempuran AI, DPR dan PFI Medan Tegaskan Fotografi Jadi Benteng Otentisitas Budaya
Berusia Lebih dari 1 Abad, KAI Sumut Rawat 6 Bangunan Cagar Budaya dan Sabet Award Pemko Medan
Festival Kebudayaan Sumut 2026 Dianggarkan Rp2,5 Miliar, 9 Perusahaan Ikut Tender
Raih Penghargaan Pelopor Kebudayaan Medan, Rico Waas Geber Revitalisasi Taman Budaya dan Cagar Daerah
Lepas 10 Pelajar Terpilih ke Ipoh Malaysia, Rico Waas Titip Misi Kenalkan Budaya Medan dan Jaga Nama Baik Bangsa
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru