Kualitas Udara Medan Masuk Kategori Tidak Sehat dengan AQI 167, Konsentrasi PM2.5 Tinggi
MEDAN Kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatera Utara (Sumut) berada pada kategori sedang hingga tidak sehat pada Rabu (14/10/2026). Ber
KESEHATAN
JAKARTA -Ketua MPR RI dan Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo, menyoroti kemungkinan Indonesia mengadopsi pendekatan revolusioner dalam pemberantasan korupsi, sebagaimana yang dilakukan oleh Arab Saudi dan Singapura. Dalam pandangannya, pengembalian aset negara dari korupsi melalui mekanisme finansial merupakan langkah efektif yang didasarkan pada prinsip-prinsip United Nations Convention Against Corruption (UNCAC), khususnya Pasal 51.
Bamsoet menegaskan bahwa penerapan sanksi pidana penjara, yang selama ini menjadi metode utama dalam hukuman koruptor, terbukti tidak efektif dalam memberikan efek jera. “Negara tidak hanya merugi secara finansial, tetapi juga harus menanggung biaya penahanan terpidana korupsi,” ungkapnya.
Menurutnya, pengembalian kerugian keuangan negara menjadi solusi yang lebih tepat dan efisien. Pendekatan ini dianggapnya sebagai bentuk tanggung jawab sosial yang penting untuk mengembalikan hak-hak masyarakat yang terdzalimi akibat tindakan korupsi. Bamsoet mengutip pendapat Presiden Soekarno bahwa penindasan atas hak-hak sosial masyarakat merupakan bentuk eksploitasi manusia atas manusia yang harus dihapuskan.
Dalam diskusinya di Universitas Borobudur, Bamsoet menyoroti hasil studi Indonesia Corruption Watch (ICW) yang mencatat kerugian negara akibat korupsi mencapai Rp 238,14 triliun dalam periode 2013-2022. Pada tahun 2023, ICW mencatat 791 kasus korupsi yang merugikan negara sebesar Rp 28,4 triliun. Meskipun demikian, upaya pengembalian kerugian oleh lembaga seperti KPK, Polri, dan Kejaksaan baru mampu mengembalikan sebagian kecil dari total kerugian tersebut.
Bamsoet juga menggarisbawahi pentingnya pengembalian aset hasil korupsi dari sudut pandang pembangunan negara. Menurutnya, setiap USD 100 juta yang dikembalikan dapat digunakan untuk membangun infrastruktur vital seperti jalan, meningkatkan akses imunisasi bagi jutaan anak, dan menyediakan air bersih untuk ratusan ribu rumah tangga.
KesimpulanPengembalian kerugian negara sebagai strategi utama dalam pemberantasan korupsi tidak hanya relevan secara internasional, tetapi juga krusial bagi pembangunan dan keadilan sosial di Indonesia. Namun, tantangan dalam implementasi dan revisi hukum terkait masih menjadi fokus utama untuk memastikan efektivitas langkah-langkah ini dalam mengatasi epidemi korupsi yang terus mengancam kemajuan bangsa.
(N/014)
MEDAN Kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatera Utara (Sumut) berada pada kategori sedang hingga tidak sehat pada Rabu (14/10/2026). Ber
KESEHATAN
MEDAN Sebaran asap terdeteksi di seluruh wilayah Sumatera Utara (Sumut) pada Rabu (14/10/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofis
KESEHATAN
BATU BARA Dalam upaya mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan keterampilan warga binaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA La
NASIONAL
MEDAN Ahli waris almarhum Ganin Purba dan Nawar br Bangun, Rahmawati br Purba, meminta kepastian hukum atas tiga laporan polisi terkait du
HUKUM DAN KRIMINAL
BANDA ACEH Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan menyampaikan arahan Commander Wish Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto kepada para pe
PEMERINTAHAN
ACEH TIMUR Polres Aceh Timur mengajak masyarakat memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) melalui kegiatan Subuh Keliling
PEMERINTAHAN
LANGKAT Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan menggagalkan pengiriman 24 kilogram sabu dari Aceh menuju Palembang, Sumatera Selatan. Da
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah tipis pada perdagangan Rabu (14/10/2026). Berdasarkan data B
EKONOMI
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Rabu (14/10/2026). IHSG naik 14,70 poin atau 0,25 ke level 5.9
EKONOMI
JAKARTA Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) tidak mengalami perubahan pada Rabu (14/10/2026). Harga emas ukuran 1 gram masih diba
EKONOMI