jakarta -Sebuah tragedi menyedihkan mengguncang keluarga Rusmiyati (60) setelah sang pengemis meninggal dunia dalam kebakaran di Pejaten, Jakarta Selatan. Namun, duka mereka semakin dalam karena tidak mampu mengambil jenazahnya dari Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan, karena masalah biaya.
Kisah di Balik Tragedi
Rusmiyati, seorang pengemis yang hidup dalam kondisi sederhana di gubuk reyot di RT 02/RW 07, Pejaten Barat, harus menghadapi akhir tragisnya ketika kebakaran menghanguskan tempat tinggalnya. Meskipun telah berusaha, keluarga Rusmiyati yang tersebar di Balaraja, Kabupaten Tangerang, dan Indramayu, Jawa Barat, tidak sanggup memberikan bantuan finansial untuk mengurus pemakaman sang nenek.
Tunggu Tanpa Batas
Sudah satu pekan jenazah Rusmiyati terbaring di rumah sakit, menunggu pemulangan yang tidak kunjung terjadi. “Sampai sekarang belum ada keluarganya yang ambil. RT sudah berupaya menghubungi (keluarga) di kampung halaman, enggak direspons,” ungkap Kompol Anggiat Sinambela, Kapolsek Pasar Minggu.
Hambatan Biaya
Masalah terbesar yang dihadapi keluarga adalah keterbatasan dana untuk membiayai pemakaman Rusmiyati. Kondisi ini membuat mereka pasrah dan menyerahkan segalanya kepada pihak rumah sakit. “Ya pokoknya ditolak, kalau enggak salah, itu masalahnya dana,” jelas Anggiat.
Panggilan untuk Solidaritas
Kisah Rusmiyati menjadi cerminan bagi kepedulian sosial dan solidaritas yang masih perlu diperkuat dalam masyarakat. Dalam situasi seperti ini, solidaritas sosial sangat diperlukan untuk membantu keluarga yang menghadapi kesulitan ekonomi dalam mengurus jenazah keluarganya.
Harapan Terakhir
Dalam prosedur yang ada, jika keluarga tidak mengambil jenazah, pihak rumah sakit akan mengurus pemakaman tanpa nama. “Ditunggu tidak lama-lamalah, kan itu bukan korban pembunuhan atau apa, kan (korban) kebakaran,” tambah Anggiat.
Kebutuhan Aksi Nyata
Sementara itu, Ketua RT setempat, Marzuki, menyoroti sikap keluarga yang tampak lepas tangan setelah kepergian Rusmiyati. Langkah-langkah berikutnya tetap menunggu keputusan dari keluarga atau bantuan dari pihak lain yang peduli.
(n/014)
Jasad Pengemis Kebakaran Tak Diambil Keluarga, Pasrah Karena Keterbatasan Uang