Ferdinand Hutahaean Curiga Dakwaan Jaksa Direkayasa agar Jokowi Tak Hadir di Sidang
JAKARTA Praktisi hukum Ferdinand Hutahaean mempertanyakan penyusunan dakwaan jaksa dalam perkara dugaan penyebaran informasi terkait ijaz
POLITIK
MEDAN -Pihak Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Medan terlibat dalam kasus dugaan penghilangan barang bukti terkait adanya temuan mayat di kampus mereka. Kasus ini menjadi sorotan publik dan telah masuk dalam persidangan sengketa informasi publik di Komisi Informasi Provinsi (KIP) Sumut.
Pemohon sidang sengketa informasi publik ini adalah seorang warga Kota Medan yang bernama Rio Darmawan Surbakti. Dalam persidangan yang dipimpin oleh Majelis Komisioner KIP Sumut, pemohon meminta data terkait identitas, jumlah, asal usul, penyebab kematian, anatomi tubuh, dan tindakan terhadap mayat yang digunakan sebagai media belajar praktikum anatomi di Fakultas Kedokteran UNPRI.
Kuasa hukum pemohon, Kiki Fitri Magdalena Manurung dari Aliansi Advokat Sitop Hoaks, menyatakan bahwa pihak UNPRI tidak memberikan tanggapan atau balasan terhadap permohonan informasi tersebut. Surat permohonan telah dikirimkan sebelumnya namun tidak ada respons dari UNPRI.
Setelah mengikuti jalannya persidangan, Majelis Komisioner memutuskan bahwa informasi yang dimohonkan oleh pemohon tidak bersifat terkecuali dan dapat diberikan sesuai dengan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik. Putusan ini dianggap tepat dan mencerminkan keadilan oleh kuasa hukum pemohon.
Sidang ini menjadi penting karena pemohon ingin memastikan kebenaran dugaan temuan jenazah yang sempat viral dan menghebohkan warga Kota Medan. Majelis Komisioner meminta UNPRI mematuhi putusan KIP dan memberikan informasi yang diminta agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi di masyarakat.
Sebelumnya, dugaan penghilangan barang bukti terkait video viral tentang temuan mayat di UNPRI sempat terekam oleh CCTV kampus. Mobil pickup keluar dari gedung kampus membawa bak biru yang diduga berisikan mayat. Hal ini menjadi salah satu bukti yang menambah kompleksitas kasus ini.
Kasus ini menunjukkan pentingnya transparansi dan keterbukaan dalam penanganan informasi publik, terutama terkait dengan masalah sensitif seperti temuan mayat. Masyarakat berhak mendapatkan akses yang jelas dan akurat terhadap informasi yang berkaitan dengan kejadian tersebut.
(N/014)
JAKARTA Praktisi hukum Ferdinand Hutahaean mempertanyakan penyusunan dakwaan jaksa dalam perkara dugaan penyebaran informasi terkait ijaz
POLITIK
ACEH Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera terus mengakselerasi pemulihan ekonomi masy
EKONOMI
SIBOLGA Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mendorong Pemerintah Kota Sibolga untuk
PEMERINTAHAN
JAKARTA Tujuh orang yang terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan korupsi yang menj
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memilih tidak memberikan komentar terkait temuan dugaan pemborosan anggaran Program Ma
NASIONAL
MEDAN Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Joko Juliantono mengaku kini memiliki banyak pihak yang merasa terganggu sejak pemerintah menjalank
NASIONAL
MEDAN Lurah Paya Pasir, Syerly, menyampaikan permohonan maaf usai video dirinya yang diduga mengejek seorang warga saat menyampaikan kelu
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan penunjukan Gubernur Bank Indonesia (BI) yang baru sepenuhny
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami dugaan aliran uang dalam perkara suap yang menjerat Bupati Kuantan Singingi (K
NASIONAL
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan pembentukan Dewan Pengawas untuk memperkuat pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG). D
NASIONAL