RUU Perampasan Aset Disorot DPR, Penyitaan Tanpa Putusan Pidana Dinilai Rawan Disalahgunakan
JAKARTA Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKS, Nasir Djamil, menyoroti mekanisme perampasan aset tanpa melalui putusan pidana dalam pem
NASIONAL
JATIM -Viral di media sosial belakangan ini, sebuah curhatan dari seorang food vlogger mencuat ke permukaan setelah ia mengungkapkan pengalamannya makan di sebuah restoran dengan tagihan hampir mencapai Rp6 juta. Semua dimulai dari seorang pengguna TikTok dengan akun @kokorakuss yang membagikan nota makanannya di media sosial tersebut.
Dalam unggahan yang kemudian menjadi viral, @kokorakuss menunjukkan nota dari makanan yang dipesannya di sebuah restoran. Terlihat dalam nota tersebut, harga segelas es lemon teh mencapai Rp100 ribu, dengan beberapa menu lainnya juga memiliki harga yang tak wajar. Total tagihan untuk makanan yang dipesan oleh sekelompok orang mencapai hampir Rp6 juta.
Menariknya, pengunggah tidak hanya memperlihatkan nota makanan, tetapi juga mengungkapkan rasa kekecewaannya dan meminta pendapat dari netizen mengenai pengalaman makan tersebut. Tanggapan dari netizen pun beragam, dengan banyak yang merasa bahwa harga yang diberikan oleh restoran tersebut tidak masuk akal.
Dalam unggahan tersebut, terdapat berbagai komentar dari netizen yang merasa terkejut dengan harga yang diberikan oleh restoran tersebut. Beberapa bahkan menyebutkan bahwa harga yang diberikan untuk menu-menu tertentu, seperti es lemon teh seharga Rp100 ribu, tidak masuk akal. Terlebih lagi, ada pula komentar yang mencurigai kualitas dari makanan yang disajikan dengan harga yang begitu mahal.
Namun, di balik kontroversi ini, ada juga yang berpendapat bahwa harga yang mahal mungkin dapat diterima jika kualitas makanan dan pelayanan yang diberikan oleh restoran tersebut memang sangat baik. Namun, hal ini tetap menjadi perdebatan di kalangan netizen.
Sebelumnya, tidak hanya kasus ini yang menjadi sorotan di media sosial. Beberapa waktu yang lalu, sebuah warung makan di kawasan Telaga Sarangan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, juga menjadi viral setelah seorang wisatawan mengeluhkan harga yang tidak wajar untuk beberapa menu makanan dan minuman yang dipesan di tempat tersebut. Meskipun pemilik warung membantah menaikkan harga secara sepihak, namun hal ini tetap menimbulkan polemik di masyarakat.
Kontroversi seputar harga makanan dan minuman di tempat-tempat wisata atau restoran tampaknya masih akan terus menjadi perbincangan di kalangan masyarakat. Dalam kasus ini, curhatan dari food vlogger di TikTok menjadi bukti bahwa harga makanan yang tinggi bisa menjadi perhatian serius bagi para konsumen, terutama jika tidak sesuai dengan kualitas yang diberikan.
(N/014)
JAKARTA Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKS, Nasir Djamil, menyoroti mekanisme perampasan aset tanpa melalui putusan pidana dalam pem
NASIONAL
SUMATERA UTARA PT Hakaaston (HKA) bersama PT Hutama Marga Waskita (Hamawas) mengintensifkan kegiatan operasi keselamatan berkendara di r
NASIONAL
MEDAN, SUMATERA UTARA Kabar gembira bagi para lulusan SMA/SMK/MA sederajat. Universitas AlAzhar Medan resmi membuka Penerimaan Mahasisw
PENDIDIKAN
JAKARTA Tiga anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus) didakwa melakukan pembunuhan berencana dalam kasus kematian Mohamad Ilham Pradipta,
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memulai penyusunan Rancangan Awal Rencana Aksi Daerah (RAD) Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (T
EKONOMI
JAKARTA Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, mengusulkan agar sistem verifikasi biometrik, seperti sidik jari hingga reti
EKONOMI
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyatakan kenaikan harga avtur di dalam negeri masih berada pada level
EKONOMI
JAKARTA Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di Istana Kepresidenan untuk membahas solusi hunian bagi wa
NASIONAL
JAKARTA Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi, seperti
EKONOMI
MEDAN Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Sulaiman Harahap, menegaskan bahwa kebijakan One Day No Car (ODNC
PEMERINTAHAN