Viral! Siswa SMPN 1 Pantai Labu Buang MBG ke Jalan, Diduga Tak Layak Konsumsi
DELI SERDANG Aksi protes tak biasa dilakukan sejumlah siswa SMP Negeri 1 Pantai Labu setelah membuang puluhan paket program Makan Bergiz
PERISTIWA
KENDARI -Kisah kekejaman yang dilakukan Novi Damayanti, seorang menantu yang nekat membunuh mertuanya di Kendari, Sulawesi Tenggara, telah mengguncang hati masyarakat. Dari usaha santet hingga pembakaran rumah, Novi Damayanti alias ND (24) telah merencanakan tindakan tragis ini dengan dingin.
Dalam konferensi pers di Polresta Kendari, ND mengakui bahwa sebelum menyewa pembunuh bayaran, dia telah mengirim santet kepada ibu mertuanya dengan maksud untuk menghilangkan nyawanya. Tidak hanya itu, dia juga mengaku hampir saja membakar rumah sang mertua agar tewas terpanggang, semua karena sakit hati terhadap campur tangan mertuanya dalam urusan rumah tangga.
“Saya pernah coba santet dan ingin bakar rumah mertua tapi tidak berhasil,” ungkap ND dengan dingin di hadapan awak media.
Namun, ketika upaya tersebut gagal, ND tidak berhenti. Bersama dengan pria berinisial MF (21), dia merencanakan pembunuhan dengan modus pembegalan. Akibatnya, sang mertua mengalami luka tusukan yang mengakibatkan kematian tragisnya.
Tidak hanya merencanakan pembunuhan, ND juga merasa diabaikan dan dituduh melakukan berbagai hal yang tidak benar dalam keluarga suaminya. Dia merasa dituduh foya-foya dan tidak memberikan uang untuk keluarga suaminya, yang membuatnya semakin frustrasi dan dendam.
Puncak kekejaman terjadi ketika anaknya dikasih jatuh oleh sang mertua, yang menjadi titik patahnya kesabaran ND.
Kapolresta Kendari, Kombes Pol Aris Tri Yunarko, menjelaskan kronologi kejadian yang mengguncang Kota Kendari. Mulai dari pertemuan ND dengan MF untuk merencanakan pembunuhan, hingga aksi sadis mereka di dalam mobil yang mengakibatkan kematian sang mertua.
“ND dan MF merencanakan pembunuhan itu di salah satu rumah makan di Kota Kendari. Mereka bertemu untuk merencanakan pembunuhan pada Minggu pagi,” ucap Kapolresta Kendari.
Kekejaman ini menjadi cerminan penting tentang pentingnya mengendalikan emosi, menyelesaikan konflik dengan damai, dan menghindari tindakan kekerasan. .Semoga tragedi ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk selalu mengedepankan toleransi, dialog, dan keadilan dalam kehidupan sehari-hari, serta mampu mengatasi konflik tanpa harus melibatkan tindakan kekerasan.
(N/014)
DELI SERDANG Aksi protes tak biasa dilakukan sejumlah siswa SMP Negeri 1 Pantai Labu setelah membuang puluhan paket program Makan Bergiz
PERISTIWA
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengusulkan adanya perbedaan perlakuan pajak antara kendaraan ber
EKONOMI
PASURUAN Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan bagian dari intervensi pemerin
NASIONAL
JAKARTA Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menolak wacana perubahan sistem pemilihan umum (Pemilu) menjadi pemilihan tid
POLITIK
JAKARTA Serikat Pekerja Kampus (SPK) menilai peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi momentum refleksi atas kondisi
PENDIDIKAN
MEDAN Kelompok Medan Teater menggelar Festival Musikalisasi Puisi bertajuk Kopi & Kepo di Taman Budaya Medan, Jalan Perintis Kemerdekaan
SENI DAN BUDAYA
JAKARTA Pemerintah tengah mengkalkulasi penyesuaian iuran BPJS Kesehatan tahun ini di tengah tekanan defisit program Jaminan Kesehatan N
KESEHATAN
JAKARTA Rencana pemerintah menurunkan potongan aplikasi transportasi daring menjadi 8 persen dari sebelumnya sekitar 20 persen dinilai t
EKONOMI
JAKARTA Pemerintah membuka rekrutmen besarbesaran untuk 30 ribu manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Posisi ini menjadi salah s
EKONOMI
JAKARTA Pemerintah mendorong pengembangan compressed natural gas (CNG) dalam kemasan tabung 3 kilogram sebagai alternatif pengganti liqu
EKONOMI