Menyusuri Kebun Melon dan Rumah Tempe Koro, Inisiatif Srikandi Aceh Dukung Pembangunan Ekonomi Lokal
BANDA ACEH Matahari Kamis pagi (2/4/2026) menyinari Gampong Lam Manyang, Kecamatan Peukan Bada, saat rombongan tiga srikandi Aceh keluar
EKONOMI
MEDAN -Keputusan Wali Kota Medan, Bobby Nasution, untuk turut bertarung dalam Pilgub Sumut telah menciptakan gelombang kontroversi di PDIP Sumut. Partai tersebut mengungkapkan bahwa banyak tokoh lain yang memiliki prestasi lebih unggul daripada Bobby, yang dikenal sebagai menantu Presiden Jokowi. Wakil Ketua DPD PDIP Sumut, Aswan Jaya, menegaskan bahwa kapasitas sejumlah tokoh di Sumut jauh di atas Bobby, meskipun ia memiliki hubungan kekerabatan dengan orang nomor satu di negara ini.
Walaupun Bobby dikenal memiliki dukungan politik yang kuat, termasuk dari keluarga presiden, PDIP Sumut menegaskan bahwa pemilihan gubernur merupakan hak rakyat, bukan semata-mata keputusan dari elite politik. Aswan juga menyebutkan sejumlah nama tokoh yang dianggap memiliki kapasitas lebih baik, seperti eks Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan eks Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah alias Ijeck, yang keduanya juga sedang menarik perhatian dengan potensi pencalonan mereka melalui PDIP.
Namun, pandangan ini tidak sepenuhnya diterima oleh semua pihak di PDIP. Beberapa tokoh dalam partai menilai bahwa kinerja tokoh-tokoh yang diusulkan tersebut tidak terlalu luar biasa. Mereka menyoroti kegagalan proyek-proyek penting di Medan, seperti pembangunan jalan dan infrastruktur lainnya, yang dinilai masih jauh dari harapan. Pandangan ini menyiratkan bahwa PDIP Sumut masih belum sepenuhnya yakin dengan kualitas dan kinerja sejumlah tokoh yang disebutkan.
Selain itu, hubungan antara Bobby dan PDIP sendiri telah mengalami gesekan sejak Bobby mendeklarasikan dukungannya pada Pilpres untuk Prabowo Subianto, yang merupakan iparnya. Hal ini menimbulkan pertanyaan seputar kesetiaan politik dan ekspektasi yang seharusnya dimiliki oleh seorang kader partai seperti Bobby Nasution. Meski demikian, Bobby tidak kehilangan kesempatan politiknya, karena ia telah mendapatkan rekomendasi dari Partai Golkar untuk maju dalam Pilgub Sumut, sementara masih berusaha mempertahankan keterlibatannya dalam PDIP. Dengan demikian, pertarungan politik di Sumut semakin menarik dan penuh dinamika menjelang pemilihan gubernur mendatang.
(N/014)
BANDA ACEH Matahari Kamis pagi (2/4/2026) menyinari Gampong Lam Manyang, Kecamatan Peukan Bada, saat rombongan tiga srikandi Aceh keluar
EKONOMI
BANDA ACEH Perselisihan antara Bupati dan Wakil Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi dan Hasan Basri, akhirnya menemui titik temu. Langkah
POLITIK
MEDAN Kasus dugaan penganiayaan yang menjerat Junara Hutahaean memunculkan kontroversi di persidangan Pengadilan Negeri Medan. Tim penas
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Seorang pria berusia 52 tahun yang bekerja sebagai penjaga malam ditemukan tewas di dalam sebuah ruko di Jalan Ring Road, Kecamata
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepala Rutan Kelas I Jakarta Pusat, Wahyu Trah Utomo, membantah pernyataan Ammar Zoni dalam pleidoi pribadinya yang menyebut nar
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai pekan depan akan melaksanakan pemeriksaan maraton terhadap penyelenggara ibadah haji kh
HUKUM DAN KRIMINAL
BINJAI Dalam rangka mempersiapkan supervisi tingkat Provinsi Sumatera Utara, Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kota Binjai menggelar kegiatan p
PEMERINTAHAN
BINJAI Pemerintah Kota Binjai melalui Sekretaris Daerah (Sekdako) Kota Binjai, Chairin F. Simanjuntak, S.Sos., M.M., bersama Kepala Bada
PEMERINTAHAN
JAKARTA Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera terus mempercepat pemanfaatan kayu ha
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR, Hinca Panjaitan dari Fraksi Demokrat, menyuarakan kemarahan terhadap Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ka
POLITIK