Hari Bumi 2026: Pertamina EP Sangatta Tanam 333 Pohon Penyerap Karbon, Libatkan Multi Pihak
JAKARTA Menyambut peringatan Hari Bumi 2026 yang jatuh setiap 22 April, PT Pertamina EP (PEP) Sangatta Field menggelar aksi penanaman po
NASIONAL
JAKARTA -Kasus penyanderaan bocah perempuan berusia tujuh tahun yang terjadi di Pos Polisi Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, mengungkap fakta mengejutkan. Pelaku, Indra Jaya (54), yang sebelumnya dikira sebagai ayah kandung korban, ternyata merupakan rekan bisnis orang tua anak tersebut.
Kepala Seksi Humas Polres Jakarta Selatan, AKP Nurma Dewi, menjelaskan bahwa Indra Jaya tidak memiliki hubungan darah dengan korban. “Bukan (ayah korban), dia adalah teman bisnis dari orang tua korban,” ungkap Nurma saat konferensi pers pada Senin pagi.
Kronologi KejadianMenurut keterangan yang dihimpun, Indra Jaya sudah mengenal keluarga korban selama dua bulan sebelum insiden penyanderaan terjadi. Pada saat kejadian, Indra meminta izin untuk mengajak bocah tersebut berjalan-jalan, dengan alasan ingin mengunjungi sepupunya. “Kami mendapatkan informasi bahwa pelaku minta izin kepada orang tua korban untuk mengajak anak ini. Alasan yang diberikan adalah untuk berkunjung ke sepupunya,” jelas Nurma.
Sebelumnya, informasi yang menyebutkan pelaku sebagai ayah korban diungkap oleh Kapolsek Pasar Minggu, Kompol Anggiat Sinambela. Pernyataan ini menimbulkan kebingungan dan telah dikoreksi oleh pihak kepolisian.
Keadaan KorbanSetelah penyanderaan berlangsung, bocah tersebut segera dibawa ke Polres Metro Jakarta Selatan untuk memberikan keterangan lebih lanjut. Sebelum itu, ia sempat dirawat di RS JMC yang berjarak hanya 500 meter dari lokasi kejadian untuk memastikan tidak ada luka di tubuhnya. Nurma menegaskan bahwa kondisi korban kini dalam keadaan baik.
Penangkapan PelakuIndra Jaya telah diamankan dan kini menjalani pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Selatan. Motif di balik tindakan penyanderaan ini masih belum diketahui, dan pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Tanggapan MasyarakatKejadian ini menimbulkan kepanikan di sekitar lokasi, dengan warga dan pengguna jalan lainnya merasa khawatir akan keselamatan anak-anak di lingkungan mereka. Banyak yang menyerukan perlunya peningkatan pengawasan terhadap anak-anak, serta kesadaran akan bahaya yang mungkin muncul dari orang-orang yang dikenal.
Dengan terungkapnya fakta baru ini, masyarakat diharapkan lebih waspada dan memahami pentingnya komunikasi yang baik antara orang tua dan anak, serta memastikan keamanan anak-anak saat berinteraksi dengan orang dewasa yang tidak dikenal.
Kasus ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa tidak semua yang tampak dekat dan mengenal baik adalah aman. Penyelidikan lebih lanjut diharapkan dapat mengungkap motif di balik tindakan Indra Jaya dan mencegah kejadian serupa di masa depan.
(N/014)
JAKARTA Menyambut peringatan Hari Bumi 2026 yang jatuh setiap 22 April, PT Pertamina EP (PEP) Sangatta Field menggelar aksi penanaman po
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan suap proyek jalur kereta di Kementerian Perhubungan (Kemenhub). T
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan adanya permintaan ekspor pupuk urea dari empat negara di tengah dinamika pasok
EKONOMI
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti lemahnya pengawasan dalam sejumlah proyek infrastruktur nasional. Ia menyebut, kur
EKONOMI
JAKARTA Aksi unjuk rasa mahasiswa dan elemen masyarakat di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur berujung ricuh. Menanggapi hal itu, Part
POLITIK
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusulkan pembatasan masa jabatan ketua umum partai politik maksimal dua periode. Usulan ini
POLITIK
JAKARTA Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Choiri Fauzi menyebut UndangUndang Perlindungan Pekerja Rumah
NASIONAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyentil Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian terkait wacana pemekaran wilayah menjadi Provin
POLITIK
JAKARTA Peringatan Hari Kartini 2026 dimaknai berbeda oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Koperasi (Kemenkop). Tak sekadar sere
NASIONAL
JAKARTA Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan keberadaan kapal perang Amerika Serikat (AS) di Selat Malaka bukanlah hal baru. Ia menye
POLITIK