Kawal Proyek Peta Dasar Rp 4,7 Triliun BIG dari Bank Dunia, Kejagung Pasang Badan Mencegah Korupsi
JAKARTA Kejaksaan Agung melalui Jaksa Agung Muda Intelijen (JAMIntel) Reda Manthovani bersama Badan Informasi Geospasial (BIG) mengawal p
NASIONAL
SUMUT – Situasi politik di Tapanuli Tengah semakin memanas dengan terjadinya insiden antara calon Bupati Masinton Pasaribu dan Wakil Ketua DPRD Tapteng, Camelia Neneng. Insiden tersebut berawal dari dugaan penarikan baju yang dilakukan Masinton terhadap Camelia di Sibolang Durian, Medan.
Kejadian ini langsung memicu respons hukum dari kedua belah pihak. Camelia melaporkan Masinton ke Polrestabes Medan pada Senin (7/10) dini hari, mengklaim bahwa tindakan penarikan baju itu melanggar haknya. Menurut saksi mata, Ari Mitara, yang merupakan rekan Camelia, aksi tersebut mengakibatkan tiga kancing baju Camelia terlepas, menunjukkan intensi dari tindakan yang dilakukan Masinton.
Di sisi lain, Masinton tidak tinggal diam. Ia melaporkan balik Camelia ke Polda Sumut dengan tuduhan fitnah. Melalui langkah ini, Masinton berusaha membela diri dan menegaskan bahwa Camelia telah mendramatisir kejadian yang sebenarnya.
Ketua DPP PDIP, Bambang Wuryanto, atau yang akrab disapa Bambang Pacul, memberikan tanggapan terkait konflik antara dua kader partainya ini. Dalam pernyataannya, Pacul menyarankan agar proses hukum yang sedang berjalan diserahkan sepenuhnya kepada pihak berwenang. “Yah, kalau ada proses hukum biar hukum lah yang menyelesaikan,” ujarnya saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (9/10).
Pacul mengaku belum menerima laporan resmi terkait insiden ini dan memilih untuk bersikap pasif, menunggu laporan dari kedua pihak kepada partai. “Aku nggak pernah mendapat (laporan), belum mendapat laporan untuk hal tersebut. Sebagai pimpinan fraksi, belum mendapat,” tambahnya.
Peristiwa ini tentunya menciptakan sorotan publik yang lebih luas, mengingat kedua tokoh ini memiliki posisi penting di partai dan daerah. Insiden ini menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan masyarakat, dengan banyak yang mempertanyakan etika dan profesionalisme para kader politik dalam menjalankan tugas mereka.
Konflik ini mencerminkan ketegangan internal di tubuh partai dan bisa jadi berdampak pada konsolidasi kekuatan menjelang pemilihan kepala daerah. Masyarakat pun berharap bahwa proses hukum ini dapat berjalan secara adil, dan semua pihak bisa kembali fokus pada tugas dan tanggung jawab mereka sebagai wakil rakyat.
(N/014)
JAKARTA Kejaksaan Agung melalui Jaksa Agung Muda Intelijen (JAMIntel) Reda Manthovani bersama Badan Informasi Geospasial (BIG) mengawal p
NASIONAL
JAKARTA Akademisi Rocky Gerung menyoroti gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) terkait syarat pendidikan pencalonan Gibran Rakab
POLITIK
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan pelestarian budaya dan cagar budaya merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya,
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengapresiasi inovasi sosial yang digagas Kecamatan Medan Denai melalui program ANJELI dan K
PEMERINTAHAN
MEDAN Kualitas udara di Kota Medan dilaporkan memburuk akibat sebaran asap di sejumlah wilayah Sumatera Utara. Wali Kota Medan Rico Waas me
KESEHATAN
BANDA ACEH Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Aceh memperkuat komitmen memberikan pelayanan yang semakin humanis dan profesional kep
PERISTIWA
MEDAN Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) memasok beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta Minyakita dalam keg
EKONOMI
JAKARTA PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM meraih delapan penghargaan dalam ajang Environmental and Social Innovation Awar
NASIONAL
MEDAN Ketua Umum Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) Adardam Achyar mempertanyakan pemidanaan terhadap surat yang dibuat advokat dalam menjal
POLITIK
MANDAILING NATAL Foto mobil dinas Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) digunakan untuk mengangkut
PERISTIWA