BREAKING NEWS
Kamis, 16 April 2026

Warga Kelurahan Durian Medan Pertanyakan Pembangunan Tembok yang Rusak Rumah Mereka, Sekcam Medan Timur Tak Tahu?

BITVonline.com - Selasa, 08 Oktober 2024 09:20 WIB
Warga Kelurahan Durian Medan Pertanyakan Pembangunan Tembok yang Rusak Rumah Mereka, Sekcam Medan Timur Tak Tahu?
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN –Sekretaris Camat Medan Timur, Syamsul Alam Nasution, menemui warga Kelurahan Durian pada Selasa (8/10) untuk membahas keluhan mereka terkait pembangunan tembok yang merusak 14 rumah warga di Jalan Karantina. Pertemuan ini berlangsung setelah sejumlah warga, termasuk emak-emak, mendatangi Kantor Camat untuk menuntut penanganan atas masalah tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, Syamsul menyampaikan rencananya untuk mengirimkan surat kepada pihak pengembang yang bertanggung jawab atas proyek tersebut. Surat tersebut berisi tuntutan dari warga agar pengembang menurunkan tinggi tembok dari empat meter menjadi dua meter. Selain itu, warga juga meminta agar semua aktivitas pembangunan dihentikan hingga tembok diturunkan dan janji-janji perbaikan untuk rumah-rumah yang rusak dapat dipenuhi.

“Saat ini, hasil lanjutan mediasi dari tanggal 1 Oktober kami akan melayangkan surat imbauan kembali kepada masyarakat dan pengembang bangunan di Jalan Karantina,” ujar Syamsul. Ia menambahkan bahwa pihak kecamatan juga akan meminta pengembang untuk menunjukkan surat izin mendirikan bangunan. “Itu akan kami minta ke pengembang untuk menunjukkan surat izin bangunan,” jelasnya.

Syamsul mengakui bahwa pihaknya baru mengetahui adanya pembangunan tembok tersebut setelah menerima laporan dari warga. “Kami mengetahui adanya bangunan tembok sepanjang empat meter itu setelah laporan dari warga. Sampai saat ini juga yang kami lihat bangunan di area itu tidak ada. Hanya ada pendirian tembok sepanjang empat meter,” katanya.

Namun, ketika ditanya mengenai langkah apa yang akan diambil jika pengembang tidak mengindahkan surat imbauan tersebut, Syamsul tidak memberikan jawaban yang tegas. “Kami sudah mengadakan mediasi pada tanggal 1 Oktober, ini tindak lanjut kami untuk menyampaikan aspirasi warga. Tapi jika tak diindahkan juga, maka akan kami beri imbauan lebih lanjut,” jelasnya.

Usai mendengar penjelasan tersebut, beberapa warga mengaku masih merasa belum puas. Salah seorang warga bernama Fadila mengatakan, “Ini kita lihatlah bagaimana hasil dari surat imbauan yang kecamatan berikan ke pengembang. Pastinya, jika mereka masih melakukan pengerjaan fisik, kami akan kembali datangi kantor kecamatan.”

Sebelumnya, sejumlah warga dari Jalan Karantina, Lingkungan Lima, mendatangi Kantor Camat Medan Timur untuk menuntut penurunan tinggi tembok bangunan tersebut. Mereka datang dengan niat baik dan berharap dapat berbicara langsung dengan Camat Medan Timur, Noor Alfi Pane. Namun, setelah menunggu selama tiga jam tanpa ada tanggapan, situasi mulai memanas. Emak-emak tersebut akhirnya menggelar aksi mendobrak pintu dan berteriak, membuat suasana di kantor kecamatan menjadi ricuh.

Akibat kericuhan ini, staf kecamatan terpaksa masuk ke dalam ruangan, dan papan pengumuman ‘istirahat’ mendadak terpampang di bagian pelayanan. Situasi ini menunjukkan ketegangan yang ada antara warga dan pihak kecamatan, serta ketidakpuasan yang mendalam terhadap penanganan masalah pembangunan yang dianggap merugikan masyarakat.

Warga berharap pihak kecamatan dapat segera mengambil tindakan yang tegas dan sesuai untuk menyelesaikan masalah ini, agar tidak ada lagi rumah yang rusak akibat pembangunan yang tidak sesuai dengan peraturan. Keberanian warga untuk bersuara dalam masalah ini mencerminkan semangat mereka dalam memperjuangkan hak-hak mereka sebagai masyarakat.

(N/014)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru