SUMUT -Dalam suasana persaingan Pilkada 2024, isu infrastruktur kembali mengemuka antara calon Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, dan incumbent Edy Rahmayadi. Dalam sebuah wawancara, Edy menjawab sindiran Bobby mengenai jalan rusak di Sumatera Utara, menegaskan bahwa jalan tersebut merupakan proyek nasional yang belum selesai dikerjakan oleh pemerintah pusat.
Wawancara:
Wartawan: Selamat sore, Pak Edy. Terima kasih telah meluangkan waktu untuk berbincang dengan kami. Terkait pernyataan Bobby Nasution yang menyebutkan bahwa jalan di Sumatera Utara lebih rusak dibandingkan dengan Aceh dan Sumatera Barat, bagaimana tanggapan Anda?
Edy Rahmayadi: Selamat sore. Terima kasih. Terkait pernyataan Bobby, saya ingin menegaskan bahwa jalan yang dia sebutkan itu adalah jalan nasional, dan itu adalah proyek Presiden Joko Widodo. Memang belum selesai, dan kami berencana untuk melanjutkan proyek tersebut ketika kami kembali memimpin. Jalan itu bukan tanggung jawab Pemprov Sumut, tetapi merupakan proyek nasional yang perlu diselesaikan.
Wartawan: Bobby juga menyinggung soal proyek perbaikan jalan senilai Rp 2,7 triliun yang dianggarkan selama masa jabatan Anda. Apa pendapat Anda mengenai hal ini?
Edy Rahmayadi: Tentu saja, proyek tersebut adalah bagian dari upaya kami untuk meningkatkan infrastruktur di Sumut. Namun, kita juga harus ingat bahwa infrastruktur jalan yang sedang dibangun oleh pemerintah pusat membutuhkan waktu dan dukungan semua pihak. Kritik itu penting, tetapi kita juga perlu melihat keseluruhan konteks dan proses yang sedang berlangsung.
Wartawan: Bobby dalam sambutannya juga menyampaikan bahwa infrastruktur di Sumut masih kurang memadai. Apa yang akan Anda lakukan untuk meningkatkan kondisi jalan di Sumatera Utara ke depannya?
Edy Rahmayadi: Kami berkomitmen untuk memperbaiki infrastruktur. Jika kami terpilih kembali, fokus kami akan meliputi peningkatan kualitas jalan dan konektivitas antar daerah. Kami ingin agar masyarakat merasakan manfaat langsung dari infrastruktur yang baik. Kami percaya, dengan dukungan semua pihak, hal ini bisa terwujud.
Wartawan: Terakhir, bagaimana Anda menanggapi nomor urut yang didapatkan dalam pengundian? Bobby menyatakan bahwa dia senang mendapat nomor urut 1 dan mengaitkan nomor urut 2 dengan proyek jalan yang belum selesai.
Edy Rahmayadi: Nomor urut itu hanyalah simbol. Yang terpenting adalah visi dan misi yang kami bawa untuk Sumatera Utara. Saya percaya masyarakat akan memilih berdasarkan kinerja dan program yang jelas, bukan hanya nomor urut. Kami akan terus bekerja untuk memastikan infrastruktur yang lebih baik untuk semua.
Wawancara ini menggambarkan dinamika yang terjadi dalam persaingan Pilkada Sumatera Utara, terutama mengenai isu infrastruktur yang menjadi sorotan. Semoga kedepannya, solusi nyata bisa dihadirkan untuk permasalahan yang ada.
(N/014)
Edy Rahmayadi Tanggapi Sindiran Bobby Nasution? Jalan Rusak di Sumut Proyek Jokowi yang Belum Selesai