74 Santri KMI Gontor 8 Aceh Dilepas ke Kampus Pusat, Siap Ikuti Pengumuman Kenaikan Kelas
ACEH BESAR Pondok Modern Darussalam Gontor 8 Darul Amien Aceh menggelar pelepasan dan pemberangkatan santri Kelas 5 Kulliyatul Mu&039a
NASIONAL
jakarta – Kasus dugaan kekerasan yang melibatkan seorang pegawai perusahaan animasi PT Brandoville Studios, yang dikenal dengan inisial CS, menjadi sorotan setelah laporan tersebut diungkapkan. Menurut keterangan yang disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Firdaus, CS diduga mengalami kekerasan fisik, verbal, dan psikis yang diduga dilakukan oleh atasan langsungnya yang berinisial KCL.
“Berdasarkan keterangan korban hasil pemeriksaan, korban mengalami kekerasan berupa penamparan di pipi, pengancaman, serta kekerasan verbal dan psikis,” ujar AKBP Firdaus dalam konferensi pers di kantor Polres Metro Jakarta Pusat. Selain kekerasan, CS juga mengklaim bahwa hak-haknya sebagai karyawan tidak dipenuhi, termasuk hak cuti dan kompensasi untuk kerja lembur.
Firdaus menjelaskan bahwa hingga saat ini, hanya satu karyawan yang melaporkan kasus kekerasan ini. “Jumlah karyawan di perusahaan animasi tersebut adalah 230 orang. Namun, saat ini baru satu orang yang melaporkan tindakan kekerasan,” tambahnya. Pihak kepolisian masih mendalami kemungkinan adanya korban lain di antara karyawan perusahaan.
Masalah ini semakin rumit karena terduga pelaku, KCL, merupakan warga negara asing asal Hongkong. Dalam upaya penyelidikan, Polres Metro Jakarta Pusat telah membentuk tim khusus (Timsus) untuk menangani kasus ini. “Timsus telah dikerahkan untuk menyelidiki kasus ini lebih lanjut,” ungkap Firdaus.
Salah satu langkah awal penyelidikan adalah mendatangi lokasi tempat kerja yang terletak di Menteng, Jakarta Pusat. Namun, pengecekan di lokasi PT Brandoville Studios menemui kendala. “Hasil pengecekan kantor Brandoville Studios menunjukkan bahwa kantor tersebut dalam keadaan kosong dan pintu pagar terkunci. Kami mengalami kesulitan untuk masuk ke dalam kantor,” jelasnya.
Kondisi ini menambah kompleksitas penyelidikan karena akses ke lokasi yang tidak memadai dapat menghambat proses investigasi. Pihak kepolisian kini tengah mencari solusi untuk melanjutkan penyelidikan dan memastikan bahwa semua karyawan yang mungkin menjadi korban mendapatkan perlindungan dan keadilan.
Kasus ini menggambarkan pentingnya perlindungan hak-hak pekerja dan penegakan hukum terhadap tindak kekerasan di tempat kerja. Masyarakat dan pihak berwenang menantikan perkembangan selanjutnya dari kasus ini untuk memastikan bahwa tindakan yang adil dapat diambil terhadap pelaku, serta pemenuhan hak-hak karyawan yang menjadi korban.
(n/014)
ACEH BESAR Pondok Modern Darussalam Gontor 8 Darul Amien Aceh menggelar pelepasan dan pemberangkatan santri Kelas 5 Kulliyatul Mu&039a
NASIONAL
JAKARTA Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, meminta pemerintah pusat menetapkan percepatan pembangunan hunian tetap (huntap) sebagai priori
PEMERINTAHAN
MEDAN Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Medan menggelar pembukaan Pesantren Ramadhan 1447 Hijriah di Aula Lapas, Senin, 23 Februari 2026. K
NASIONAL
DENPASAR Pemerintah Kota Denpasar menggelar Safari Ramadan 1447 Hijriah dengan agenda buka puasa bersama masyarakat Muslim di Masjid Al
PEMERINTAHAN
BINJAI Wali Kota Binjai, Amir Hamzah, menghadiri kegiatan buka puasa bersama yang digelar Polres Binjai di halaman Mapolres Binjai, Jala
NASIONAL
BINJAI Masyarakat Peduli Keagamaan (MPK) Kota Binjai meminta pencopotan dua Kepala Lingkungan di Kelurahan Bandar Senembah, Kecamatan Bi
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKSEL Sidang perdana praperadilan yang diajukan mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut, terkait status tersangkanya d
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Viva Yoga Mauladi, menanggapi usulan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, terka
POLITIK
BINJAI SMK Negeri 2 Binjai menghadirkan nuansa baru dalam kegiatan Ramadhan 1447 H dengan mengintegrasikan program tadarusan AlQur&039
PENDIDIKAN
BATU BARA Guna mempererat tali silaturahmi di bulan suci Ramadhan, Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., melakukan Safari
PEMERINTAHAN