BREAKING NEWS
Senin, 02 Maret 2026

Gara-Gara Upah Petugas Belum Dibayar, Kota Pekanbaru Dikepung Sampah

- Sabtu, 07 Juni 2025 18:05 WIB
Gara-Gara Upah Petugas Belum Dibayar, Kota Pekanbaru Dikepung Sampah
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

PEKANBARU -Kota Pekanbaru, Riau, dalam tiga hari terakhir dikepung tumpukan sampah di berbagai sudut kota. Situasi ini terjadi menyusul aksi mogok kerja dari para pekerja perusahaan pengangkut sampah yang ditunjuk Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru.

Pantauan di lapangan menunjukkan tumpukan sampah meluber hingga ke halaman pertokoan dan perumahan warga.

Bahkan, kawasan pusat kota seperti Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Tuanku Tambusai, Jalan Harapan Raya, Jalan Ahmad Yani, dan Jalan Riau tak luput dari pemandangan memprihatinkan ini.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pekanbaru, Reza Aulia Putra, membenarkan bahwa mogok kerja terjadi karena pihak ketiga belum membayar upah pekerja dan sewa truk pengangkut.

"Para pekerja mogok kerja karena pihak ketiga belum membayar upah dan sewa truk. Ini jelas melanggar perjanjian kerja sama," tegas Reza dalam keterangannya, Sabtu (7/6).

Sebelumnya, pihak perusahaan sempat berjanji kepada Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, untuk membayarkan kewajiban mereka tepat waktu. Namun, janji itu kembali diingkari.

"Ini akan kami evaluasi total. Untuk sementara, DLHK mengambil alih operasional dengan mengerahkan armada internal dan meminjam kendaraan dari dinas lain," tambah Reza.

Masalah ini menuai keluhan dari masyarakat. Bau tak sedap mulai mengganggu kenyamanan warga dan mengganggu aktivitas ekonomi.

Leni, seorang pedagang di Jalan Ahmad Yani, mengaku resah dengan kondisi ini.

"Sudah beberapa hari ini sampah di depan toko saya tidak diangkut. Baunya luar biasa, pembeli pun jadi malas mampir," keluhnya.

DLHK mengimbau masyarakat untuk sementara membungkus sampah dengan rapi dan tidak membuang sembarangan hingga armada pengangkut kembali stabil.

Sementara itu, evaluasi terhadap mitra kerja pengangkutan tengah berlangsung dan opsi pemutusan kontrak tidak dikesampingkan.*

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru