37 Siswa dan Guru di Timor Tengah Selatan Diduga Keracunan MBG
NTT Sebanyak 37 siswa dan enam guru dari tiga sekolah di Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara
PERISTIWA
BOJONEGORO –Jumlah perceraian di Kabupaten Bojonegoro terus meningkat tajam. Berdasarkan data dari Kantor Pengadilan Agama (PA) Bojonegoro, dalam enam bulan terakhir, dari Januari hingga Juni 2024, tercatat sebanyak 1.401 warga yang mengajukan perkara cerai. Angka ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dan mengkhawatirkan bagi masyarakat setempat.
Mayoritas dari jumlah tersebut adalah cerai gugat, atau yang diajukan oleh pihak istri, dengan total 1.029 perkara. Sementara itu, sisanya sebanyak 372 perkara merupakan cerai talak, atau yang diajukan oleh pihak suami. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan mendalam tentang apa yang sebenarnya terjadi dalam rumah tangga di Bojonegoro sehingga memicu lonjakan angka perceraian.
Panitera Pengadilan Agama Bojonegoro, Solikin Jamik, mengungkapkan bahwa dari total angka perceraian tersebut, terdapat 199 pasangan yang memilih bercerai karena faktor perselingkuhan. “Yang selingkuh mayoritas dari suami, namun ada juga dari pihak istri,” ungkap Solikin pada Minggu (14/7/2024).
Namun, perselingkuhan bukanlah satu-satunya penyebab utama. Judi online juga menjadi faktor yang cukup dominan dalam kasus perceraian di Bojonegoro. Solikin menjelaskan bahwa ada 249 perkara perceraian yang disebabkan oleh suami yang kecanduan judi online. Kecanduan ini tidak hanya merusak perekonomian keluarga, tetapi juga menghancurkan keharmonisan rumah tangga.
Selain perselingkuhan dan judi online, faktor ekonomi juga menjadi penyebab yang signifikan dalam perceraian di Bojonegoro. Sebanyak 732 perkara perceraian disebabkan oleh masalah ekonomi. Kesulitan finansial, ketidakmampuan suami atau istri dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga, serta tekanan ekonomi yang semakin berat menjadi pemicu utama retaknya hubungan pernikahan.
Tak hanya itu, ada juga berbagai faktor lain yang turut menyumbang pada tingginya angka perceraian. Solikin menyebutkan bahwa sebanyak 221 perkara perceraian disebabkan oleh faktor lain-lain yang beragam, mulai dari masalah komunikasi, perbedaan pandangan hidup, hingga ketidakcocokan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Sebagai Ketua Paguyuban Panitera se-Jawa Timur, Solikin menyatakan keprihatinannya terhadap tingginya angka perceraian di Bojonegoro. Ia berharap agar masyarakat lebih bijak dalam menghadapi masalah rumah tangga dan tidak mudah mengambil keputusan untuk bercerai. Menurutnya, upaya untuk menyelesaikan konflik dan masalah dalam rumah tangga perlu diutamakan demi menjaga keutuhan keluarga.
Fenomena tingginya angka perceraian ini tidak hanya menjadi perhatian pemerintah daerah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Berbagai pihak diharapkan dapat bekerja sama dalam mencari solusi untuk menekan angka perceraian. Program-program konseling pernikahan, sosialisasi tentang bahaya perselingkuhan dan judi online, serta pemberdayaan ekonomi keluarga diharapkan dapat membantu mengurangi angka perceraian di Bojonegoro.
Di sisi lain, peran aktif dari lembaga agama dan tokoh masyarakat juga sangat penting. Mereka diharapkan dapat memberikan bimbingan dan nasihat kepada pasangan yang sedang menghadapi masalah dalam rumah tangga. Dengan demikian, diharapkan pasangan suami istri dapat menemukan solusi terbaik tanpa harus mengambil jalan perceraian.
Angka perceraian yang tinggi ini juga menjadi cermin bagi kita semua untuk lebih memperhatikan pentingnya menjaga keharmonisan rumah tangga. Dalam pernikahan, dibutuhkan komitmen, pengertian, dan kerjasama antara suami dan istri. Masalah dan konflik yang muncul seharusnya dapat dihadapi bersama dengan kepala dingin dan hati yang terbuka.
Meningkatnya angka perceraian di Bojonegoro menjadi pengingat bagi kita semua bahwa menjaga keutuhan keluarga adalah tanggung jawab bersama. Semoga dengan kesadaran dan upaya bersama, angka perceraian di Bojonegoro dapat ditekan, dan keluarga-keluarga di Bojonegoro dapat hidup harmonis dan bahagia.
(N/014)
NTT Sebanyak 37 siswa dan enam guru dari tiga sekolah di Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara
PERISTIWA
ASAHAN Wakil Bupati Asahan, Rianto, menegaskan komitmen kuatnya dalam menjaga kelestarian infrastruktur jalan. Ia mengimbau para pengusa
PEMERINTAHAN
BANTEN Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN Wihaji mengunjungi wilayah adat Baduy di Kabupaten Lebak, Ba
NASIONAL
JAKATA Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengklarifikasi polemik rencana penentuan status aktivis HAM oleh tim asesor yang
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Rencana pemerintah untuk menghentikan impor bahan bakar minyak (BBM) dalam 23 tahun ke depan dinilai belum realistis tanpa tr
EKONOMI
JAKARTA Mantan istri komedian Andre Taulany, Rien Wartia Trigina atau Erin, melaporkan balik asisten rumah tangganya berinisial HW ke Po
ENTERTAINMENT
MEDAN Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Belawan menuntut hukuman mati terhadap terdakwa Aditya Ramdani dalam perkara peredaran
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari meminta masyarakat tidak terjebak pada potongan pernyataan dalam p
NASIONAL
BATU BARA Masyarakat Kabupaten Batu Bara kini sedang menanggung beban ganda. Dua kebutuhan pokok vital, yakni gas Elpiji 3 kg dan minyak
EKONOMI
BANDA ACEH Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh meminta Pemerintah Aceh mencabut Peraturan Gubernur (Pergub) yang mengatur pembatasa
PEMERINTAHAN