BPBD Binjai Turunkan Satgas Bersihkan Drainase di Limau Mungkur, Antisipasi Banjir Saat Musim Hujan
BINJAI Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Binjai mengerahkan puluhan personel Satuan Tugas (Satgas) untuk melaksanakan goto
PEMERINTAHAN
BITVONLINE.COMÂ –Pendidikan tinggi di Indonesia semakin terbuka lebar untuk perempuan, dan ini terlihat dari tren meningkatnya jumlah perempuan yang mengenyam pendidikan tinggi. Salah satu contoh nyata adalah kisah Salma, seorang lulusan D3 Telekomunikasi asal Bandung, dan Izka, seorang ibu satu anak dengan pendidikan S2 Ilmu Komunikasi. Kedua perempuan ini, meskipun berasal dari latar belakang yang berbeda, memiliki semangat tinggi untuk melanjutkan pendidikan demi meraih mimpi mereka.
Salma, yang telah mempelajari ilmu rohaniah di pondok pesantren selama enam tahun, memutuskan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi guna memperdalam ilmu jasmaniah. Selama kuliah, ia aktif di himpunan jurusan dan UKM Catur. Sebagai lulusan jurusan telekomunikasi, Salma bercita-cita menjadi seorang cyber security analyst yang akan melindungi dunia maya, yang kini dianggap sebagai dunia kedua.
“Tujuan saya kuliah bukan untuk menyaingi laki-laki, tetapi untuk memiliki nilai sebagai manusia. Dengan gelar, kita bisa menunjukkan bahwa kita sudah belajar dan berusaha mencapai tujuan kita,” ujar Salma dalam wawancara dengan kumparan.
Izka, yang sudah menikah dan memiliki seorang anak, merupakan contoh perempuan yang mampu menyeimbangkan kehidupan pribadi dan profesional. Izka memilih melanjutkan pendidikan hingga S2 Ilmu Komunikasi untuk memperdalam pengetahuannya dan mengejar karir di bidang komunikasi. Ia juga berharap dapat memberikan contoh yang baik bagi anaknya tentang pentingnya pendidikan tinggi.
Menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS) berjudul ‘Perempuan dan Laki-laki Indonesia 2024′, persentase perempuan yang mengenyam pendidikan tinggi semakin meningkat. Pada 2024, persentase perempuan yang memiliki ijazah perguruan tinggi mencapai 14,08%, mengalahkan laki-laki yang hanya 12,69%. Tren ini menunjukkan perubahan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, di mana laki-laki lebih mendominasi bangku perkuliahan.
Fenomena ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di negara-negara maju. Menurut dosen sosiologi Universitas Padjadjaran, Farah Firsanty, ini adalah bagian dari fenomena reversal of gender inequalities dalam pendidikan tinggi, yang terjadi di berbagai belahan dunia. Perempuan kini lebih terbuka untuk mengejar pendidikan tinggi, karena menyadari bahwa untuk menjalankan peran mereka di ranah domestik maupun profesional, mereka membutuhkan keterampilan yang lebih.
Fenomena ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain faktor demografi, sosiologi, ekonomi, dan pendidikan. Perempuan kini memilih untuk menikah dan memiliki anak di usia yang lebih tua, yang memberikan kesempatan lebih untuk melanjutkan pendidikan. Selain itu, perempuan juga semakin banyak yang bekerja di sektor profesional, yang membuat mereka lebih termotivasi untuk menempuh pendidikan tinggi.
Penelitian juga menunjukkan bahwa perempuan cenderung memiliki keterampilan nonkognitif yang lebih baik dibandingkan laki-laki, yang membuat mereka lebih mampu menyelesaikan pendidikan tinggi. Selain itu, di banyak negara berkembang, manfaat finansial yang diperoleh dari pendidikan tinggi telah meningkat, yang mendorong lebih banyak perempuan untuk melanjutkan studi mereka.
(N/014)
BINJAI Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Binjai mengerahkan puluhan personel Satuan Tugas (Satgas) untuk melaksanakan goto
PEMERINTAHAN
BINJAI Dewan Pimpinan Cabang Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Depicab SOKSI) Kota Binjai menggelar bakti sosial berupa sun
NASIONAL
MEDAN Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke50 tahun 2026 hadir dengan konsep baru yang lebih modern, nyaman, dan estetik. Mengusung seman
PARIWISATA
JAKARTA Rentetan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap sembilan kepala daerah sepanjan
NASIONAL
JAKARTA Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, angkat bicara terkait sorotan publik terhadap penunjukan sejumla
PEMERINTAHAN
MEDAN Kemacetan parah terjadi di ruas Jalan MedanBerastagi, Sumatera Utara, pada Sabtu (4/7/2026) malam hingga Minggu (5/7/2026) pagi.
PERISTIWA
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menetapkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 111 Tahun 2025 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara
NASIONAL
JAKARTA Korban tewas dalam operasi penggerebekan bandar narkoba di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, kembali bertambah. Aiptu Sumar
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Tim Nasional (Timnas) Indonesia menargetkan penampilan maksimal saat berlaga di kandang maupun tandang pada ajang Piala AFF 2026
OLAHRAGA
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan sebanyak 55 keping logam platinum dengan total berat sekitar 55 kilogram saat melak
HUKUM DAN KRIMINAL