BI Tingkatkan Remunerasi Kas Pemerintah, Upaya Baru Kendalikan Beban Bunga Utang Negara
JAKARTA Bank Indonesia (BI) mengambil langkah baru dengan meningkatkan remunerasi atau bunga atas pengelolaan kas pemerintah. Kebijakan
EKONOMI
JAKARTA -Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) menegaskan bahwa meskipun terjadi gejolak ekonomi global yang semakin memburuk, perekonomian Indonesia masih bertahan dengan cukup baik. Salah satu indikator yang dijadikan patokan adalah nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), yang saat ini berada pada level Rp16.200, meskipun sebelumnya sempat mencapai Rp15.800.
Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, menekankan bahwa nilai tukar rupiah masih relatif stabil jika dibandingkan dengan mata uang negara-negara ASEAN lainnya. Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, yang menegaskan bahwa meskipun rupiah mengalami pelemahan terhadap dolar AS, namun masih lebih baik dibandingkan dengan sejumlah mata uang negara berkembang lainnya seperti Peso Filipina, Won Korea Selatan, dan Thailand.
Bank Indonesia menyatakan kesiapannya untuk melakukan intervensi guna menjaga kestabilan nilai tukar rupiah. Saat ini, BI terus melakukan intervensi di pasar valas untuk mencegah terjadinya fluktuasi yang berlebihan. Meskipun dolar AS hampir mencapai level Rp16.300, BI bersama dengan pemerintah fokus untuk menjaga agar nilai tukar rupiah tetap terkendali.
Sebelumnya, BI telah meningkatkan suku bunga acuan atau BI rate menjadi 6,25% pada bulan April sebagai langkah preventif untuk menjaga nilai tukar rupiah. Selain itu, beberapa instrumen lain juga dikerahkan untuk menarik aliran modal asing ke dalam negeri, termasuk peningkatan suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) serta kebijakan fokus pada sekuritas dengan tenor di bawah 1 tahun.
Dengan langkah-langkah tersebut, pemerintah dan BI berharap dapat menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta mengurangi dampak negatif dari gejolak ekonomi global terhadap perekonomian Indonesia. Langkah-langkah ini juga sejalan dengan upaya untuk menjaga daya saing dan ketahanan ekonomi negara dalam menghadapi tantangan yang terus berubah di tingkat global.
(N/014)
JAKARTA Bank Indonesia (BI) mengambil langkah baru dengan meningkatkan remunerasi atau bunga atas pengelolaan kas pemerintah. Kebijakan
EKONOMI
JAKARTA Isu perombakan kabinet atau reshuffle di jajaran Menteri Keuangan kembali mencuat di tengah dinamika ekonomi nasional. Nama ekon
POLITIK
JAKARTA Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI), muncul konsep baru yang disebut AI Sandwich sebagai pendekatan agar ma
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan pemerintah belum berencana mengisi posisi dua wakil menteri (wame
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengingatkan kembali pesan Presiden Prabowo Subianto yang secara berulang mene
POLITIK
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings tidak mempermasalahkan
EKONOMI
JAKARTA Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menanggapi usulan Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai terkait pembukaan peluang
POLITIK
MEDAN Sumatera Utara memiliki banyak destinasi camping yang menarik dan mudah dijangkau dari Kota Medan. Lokasilokasi ini menawarkan peng
PARIWISATA
JAKARTA Komisi II DPR RI berencana mengunjungi sejumlah partai politik, baik yang memiliki kursi di parlemen maupun partai nonparlemen, un
POLITIK
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pentingnya penguatan koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter untuk menjaga
NASIONAL