BREAKING NEWS
Sabtu, 06 Juni 2026

Dolar AS Tembus Rp16.200, Luhut: Rupiah Tetap Stabil

BITVonline.com - Rabu, 05 Juni 2024 08:28 WIB
Dolar AS Tembus Rp16.200, Luhut: Rupiah Tetap Stabil
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA -Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) menegaskan bahwa meskipun terjadi gejolak ekonomi global yang semakin memburuk, perekonomian Indonesia masih bertahan dengan cukup baik. Salah satu indikator yang dijadikan patokan adalah nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), yang saat ini berada pada level Rp16.200, meskipun sebelumnya sempat mencapai Rp15.800.

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, menekankan bahwa nilai tukar rupiah masih relatif stabil jika dibandingkan dengan mata uang negara-negara ASEAN lainnya. Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, yang menegaskan bahwa meskipun rupiah mengalami pelemahan terhadap dolar AS, namun masih lebih baik dibandingkan dengan sejumlah mata uang negara berkembang lainnya seperti Peso Filipina, Won Korea Selatan, dan Thailand.

Bank Indonesia menyatakan kesiapannya untuk melakukan intervensi guna menjaga kestabilan nilai tukar rupiah. Saat ini, BI terus melakukan intervensi di pasar valas untuk mencegah terjadinya fluktuasi yang berlebihan. Meskipun dolar AS hampir mencapai level Rp16.300, BI bersama dengan pemerintah fokus untuk menjaga agar nilai tukar rupiah tetap terkendali.

Sebelumnya, BI telah meningkatkan suku bunga acuan atau BI rate menjadi 6,25% pada bulan April sebagai langkah preventif untuk menjaga nilai tukar rupiah. Selain itu, beberapa instrumen lain juga dikerahkan untuk menarik aliran modal asing ke dalam negeri, termasuk peningkatan suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) serta kebijakan fokus pada sekuritas dengan tenor di bawah 1 tahun.

Dengan langkah-langkah tersebut, pemerintah dan BI berharap dapat menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta mengurangi dampak negatif dari gejolak ekonomi global terhadap perekonomian Indonesia. Langkah-langkah ini juga sejalan dengan upaya untuk menjaga daya saing dan ketahanan ekonomi negara dalam menghadapi tantangan yang terus berubah di tingkat global.

(N/014)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru