Wali Kota Medan: Rumah Anak SIGAP Harus Berjalan Berkelanjutan, Bukan Hanya Launching
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan dukungan terhadap pelaksanaan program Rumah Anak SIGAP yang digagas Tanoto Fou
PEMERINTAHAN
BITVONLINE.COM -Dalam beberapa hari terakhir, media sosial diramaikan dengan keluhan-keluhan mengenai pelayanan Bea Cukai, sebuah institusi di bawah Kementerian Keuangan, yang tengah menjadi sorotan publik. Salah satu kasus yang menjadi perbincangan hangat adalah yang menimpa seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) atau Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Pada pertengahan April 2024, saat masa libur Lebaran, sang TKW tiba di bandara Indonesia membawa oleh-oleh berupa cokelat senilai Rp 1 juta dari negara tempatnya bekerja. Namun, yang mengejutkan, ia diminta membayar pajak sebesar Rp 9 juta oleh Bea Cukai.
Kasus ini mencuat kembali ke permukaan ketika netizen ramai mengeluhkan kinerja Bea Cukai di media sosial. Namun, melalui akun resmi Bea Cukai, kejadian tersebut kemudian dijelaskan. Menurut Rifaldy, seorang petugas Bea Cukai, besarnya pajak dan bea masuk yang harus dibayar TKW sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.
Penyebab tingginya jumlah pajak tersebut adalah karena Bea Cukai tidak hanya menilai cokelat yang dibawa, tetapi juga tas yang ikut serta. Dalam bukti pembayaran barang kiriman, terdapat 20 bungkus makanan senilai 40 dollar AS dan sebuah tas senilai 1.108 dollar AS.
Penjelasan ini kemudian direspons oleh pemilik cokelat, yang mengklarifikasi bahwa tas yang dibawa adalah barang palsu, dan mengundang petugas Bea Cukai untuk mengambilnya jika diinginkan, karena dirinya keberatan dengan besarnya denda yang harus dibayar.
Klarifikasi dari Bea Cukai kemudian datang melalui Hatta Wardhana, Kasubdit Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, yang menjelaskan bahwa pajak dan bea masuk dikenakan atas cokelat beserta tas yang dibawa TKW.
Meskipun banyak kontroversi yang muncul, Hatta menegaskan bahwa aturan yang berlaku harus dipatuhi, termasuk dalam hal pengiriman barang dari luar negeri. Pemilik barang diharapkan dapat menunjukkan bukti pembayaran transaksi jual beli barang kiriman, yang menjadi dasar penetapan nilai pabean oleh Bea Cukai.
Kisah ini tidak hanya menggugah perhatian publik, tetapi juga mengingatkan pentingnya memahami prosedur dan ketentuan yang berlaku dalam proses impor barang dari luar negeri.
(N/014)
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan dukungan terhadap pelaksanaan program Rumah Anak SIGAP yang digagas Tanoto Fou
PEMERINTAHAN
BINJAI Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Binjai menggandeng Bank Mandiri dalam upaya memperkuat sinergi program pencegahan dan pember
NASIONAL
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menerima bantuan kemasyarakatan dari Presiden Republik Indonesia berupa sapi kurban berbobot 1,
PEMERINTAHAN
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto yang pernah menyatakan akan mengambil unsur terbaik dari sosialisme dan kapitalisme dinilai tengah mem
EKONOMI
JAKARTA Sejumlah asosiasi petani hingga pelaku usaha kelapa sawit mengadukan anjloknya harga Tanda Buah Segar (TBS) kepada Wakil Menteri
PERTANIAN AGRIBISNIS
LAOS Tim penyelamat gabungan Laos dan Thailand bersama sejumlah ahli internasional berpacu dengan waktu untuk mengevakuasi tujuh warga d
INTERNASIONAL
JAKARTA Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Yorrys Raweyai menilai praktik eksploitasi sumber daya alam di Papua bukanlah fenomena
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang menyatakan pihaknya mendukung langkah pemerintah dalam melakukan efisiens
EKONOMI
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menegaskan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) oleh aparatur sipil
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,3 triliun untuk pembangunan infrastruktur pada tahun 2026.
PEMERINTAHAN