BREAKING NEWS
Rabu, 07 Oktober 2026

Menelusuri May Day,Suara Buruh Perempuan Dalam Pemenuhan Hak

Redaksi - Senin, 29 April 2024 10:36 WIB
Menelusuri May Day,Suara Buruh Perempuan Dalam Pemenuhan Hak
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BITVONLINE.COM -Setiap tahun, momentum May Day atau Hari Buruh Sedunia tidak hanya menjadi momen peringatan semata, tetapi juga panggung bagi suara para buruh, terutama buruh perempuan, untuk diperdengarkan. Sebagai bagian yang tak terpisahkan dari jaringan kehidupan sosial dan ekonomi, keberadaan buruh perempuan menjadi sorotan penting dalam perjuangan mendorong pemenuhan hak dan kesejahteraan mereka.

Dalam menghadapi May Day tahun ini, Kabid Politik Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), Jumisih, menyampaikan pandangan yang tak kalah penting. Ia menyoroti kondisi buruh Indonesia, khususnya buruh perempuan, yang tengah berada dalam situasi yang “tidak aman, tidak sehat, dan tidak selamat.” Hal ini menjadi cerminan dari serangkaian tantangan yang dihadapi oleh buruh perempuan dalam dunia kerja.

Salah satu isu yang menjadi fokus perbincangan adalah pemberlakuan sistem hubungan kerja informal. Dalam konteks ini, adanya ketidakpastian dalam hubungan kerja semakin merajalela. Keputusan pemerintah yang melegitimasi adanya sistem ini, terutama melalui undang-undang cipta kerja, menimbulkan dampak yang signifikan bagi buruh perempuan. Jumisih menegaskan bahwa hal ini semakin memperburuk kondisi mereka.

Namun, isu tersebut tidak berdiri sendiri. Ketidakpastian hubungan kerja juga turut menjadi sorotan. Buruh perempuan seringkali dihadapkan pada situasi status kerja yang tidak pasti, outsourcing, hingga pemagangan. Hal ini tidak hanya berdampak pada kepastian penghasilan, tetapi juga sulitnya untuk berserikat dan melakukan advokasi terhadap kasus-kasus yang mereka hadapi sehari-hari.

Di samping itu, akses terhadap jaminan sosial juga menjadi persoalan serius. Buruh perempuan yang sulit berserikat juga mengalami kesulitan dalam mengakses jaminan sosial yang layak. Upah yang terbilang kecil tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup, terlebih bagi mereka yang menjadi tulang punggung keluarga. Situasi ini diperparah dengan jam kerja panjang yang mempengaruhi kesehatan dan kesejahteraan mereka secara keseluruhan.

Dalam menyambut May Day tahun ini, panggilan untuk mendengarkan suara buruh perempuan semakin mendesak. Perjuangan untuk pemenuhan hak, kepastian kerja, kesehatan, dan kesejahteraan harus menjadi fokus bersama. May Day bukan hanya peringatan, tetapi juga panggilan aksi untuk mewujudkan lingkungan kerja yang adil, aman, dan sejahtera bagi semua buruh, termasuk buruh perempuan yang sering kali menjadi garda terdepan dalam perjuangan hak mereka.

(N/014)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru