BREAKING NEWS
Jumat, 13 Maret 2026

Bank Indonesia Jual Dolar AS Rp 16.400, Rupiah Melemah

BITVonline.com - Selasa, 16 April 2024 06:04 WIB
Bank Indonesia Jual Dolar AS Rp 16.400, Rupiah Melemah
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN -Tren nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah kembali menjadi perhatian, terutama setelah salah satu bank menengah atas, PT Bank Permata Tbk, menjual dolar AS pada level tinggi Rp 16.425. Hal ini menandai kelemahan rupiah terhadap dolar AS, yang telah terpuruk 2,27% menjadi Rp 16.200/US$ dalam waktu singkat.

Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap pelemahan rupiah adalah apresiasi indeks dolar AS (DXY) yang terus meningkat selama enam hari berturut-turut. Sentimen risk off yang semakin kuat, didukung oleh perkembangan global seperti data fundamental AS yang menunjukkan kekuatan ekonomi yang masih stabil, juga berpengaruh terhadap pelemahan mata uang emerging market termasuk rupiah.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter (DPM) BI, Edi Susianto, menjelaskan bahwa kondisi global yang memanas seperti konflik di Timur Tengah, khususnya konflik Iran-Israel, juga turut berdampak pada pelemahan mata uang Asia.

Namun, pelemahan rupiah bukan hanya menimbulkan dampak di pasar valuta asing, tetapi juga memengaruhi sektor ekonomi domestik. Penyesuaian harga barang-barang impor, inflasi, dan stabilitas ekonomi menjadi perhatian utama bagi otoritas ekonomi Indonesia.

Di sisi lain, ada keuntungan tersendiri bagi sektor ekspor Indonesia dengan pelemahan nilai tukar rupiah, karena dapat meningkatkan daya saing produk dalam pasar global. Namun, tantangan terbesar tetap pada pengelolaan inflasi dan stabilitas ekonomi nasional di tengah fluktuasi nilai tukar.

Sementara itu, bank-bank besar di Indonesia seperti BCA, BRI, Bank Mandiri, dan BNI juga terlihat menyesuaikan kurs mata uangnya dalam menghadapi pergerakan dolar AS. Hal ini mencerminkan dinamika ekonomi global yang berdampak pada sektor keuangan dan bisnis di dalam negeri.

(N/014)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru