Palembang, 7 Januari 2025 – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto resmi diterapkan di sejumlah sekolah di Kota Palembang, Sumatera Selatan, sejak Senin (6/1). Salah satu sekolah yang menjadi lokasi implementasi program ini adalah SDN 25 Palembang, yang berlokasi di Jalan Inspektur Marzuki, Kecamatan Ilir Barat I.
Namun, program yang bertujuan meningkatkan gizi siswa ini mendapatkan tanggapan beragam. Beberapa siswa mengaku kurang menyukai menu makanan yang disediakan. Dalam menu perdana, siswa menerima nasi putih, tahu, tempe, tumis buncis, dan buah pisang.
“Saya tidak suka tahu, tempe, dan sayur buncis. Saya sukanya ayam, ikan, dan sayur kangkung,” ujar Gibran, siswa kelas 3 SDN 25 Palembang, saat diwawancarai.
Keluhan serupa juga datang dari beberapa siswa lainnya yang berharap menu makanan lebih bervariasi dan sesuai dengan selera anak-anak.
Kepala SDN 25 Palembang, Sri Lestari, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat untuk memastikan seluruh siswa mendapatkan asupan gizi yang cukup selama kegiatan belajar-mengajar.
“Kami memahami ada siswa yang kurang menyukai menu yang disediakan. Namun, program ini dirancang dengan konsultasi ahli gizi, dan harapannya siswa bisa mulai terbiasa dengan makanan sehat,” jelas Sri.
Sementara itu, beberapa orang tua siswa mendukung program ini, meskipun berharap pemerintah dapat menambahkan lauk pauk yang lebih variatif ke depannya.
“Bagus ada program seperti ini, tapi anak-anak kan senang makanan yang lebih menarik. Kalau bisa ada ayam atau ikan biar mereka lebih semangat makan,” kata Anita, salah satu wali murid.
Program MBG sendiri diharapkan menjadi solusi dalam menangani permasalahan gizi buruk di kalangan pelajar sekaligus mendukung proses belajar yang lebih optimal. Pemerintah pusat dan daerah disebut akan terus mengevaluasi program ini agar lebih sesuai dengan kebutuhan siswa.
(KRISNA)
Siswa SD di Palembang Keluhkan Menu Program Makan Bergizi Ko Tempe