BREAKING NEWS
Kamis, 26 Maret 2026

Menkop Budi Arie Setiadi: Ketersediaan Susu untuk Program Makan Bergizi Gratis di Jakarta Masih Terkendala

BITVonline.com - Senin, 06 Januari 2025 08:06 WIB
Menkop Budi Arie Setiadi: Ketersediaan Susu untuk Program Makan Bergizi Gratis di Jakarta Masih Terkendala
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA -Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi mengungkapkan, bahwa penyediaan susu untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta masih terkendala. Menurutnya, masalah utama yang menghambat penyediaan susu sapi di Jakarta adalah ketidakmerataan ketersediaan susu sapi di berbagai daerah.

“Di daerah dengan produksi susu sapi yang mencukupi, seperti Jawa Timur, sudah bisa menyalurkan susu dalam menu MBG. Kooperasi susu di sana, seperti di Malang, sangat kuat. Namun, di Jakarta, masih sulit untuk mendapatkan susu sapi yang cukup,” ujar Budi Arie saat memberikan keterangan pers usai kunjungannya ke SD Negeri Angkasa 5, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Senin (6/1/2025).

Pada pelaksanaan hari pertama Program MBG, siswa mendapatkan menu nasi, sayur tumis buncis, ayam teriyaki, dan sebiji pisang. Sayangnya, susu belum dapat disalurkan pada hari pertama tersebut. Namun, Budi Arie menegaskan bahwa susu akan tersedia pada hari kedua pelaksanaan program MBG, yaitu Selasa (7/1/2025).

“Tidak perlu berkecil hati, ada sedikit kekurangan di sana-sini. Susu belum siap, namun nanti akan segera diurus,” tambahnya.

Saat ini, koperasi susu Indonesia mampu menyediakan sekitar 1,3 juta liter susu per hari untuk mendukung program MBG. Untuk mengatasi masalah ini, Badan Gizi Nasional (BGN) tengah mencari strategi untuk meningkatkan ketersediaan susu.

Program MBG yang dimulai pada Senin ini bertujuan untuk memberikan makanan bergizi gratis kepada siswa sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita. Makanan yang dibagikan terdiri dari seporsi nasi, lauk sesuai standar gizi, serta tambahan sayuran. Harga acuan untuk satu porsi makanan adalah Rp 10.000, meskipun sempat menuai sorotan terkait kecukupan nilai gizinya.

Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan, Adita Irawati, menyatakan bahwa pada hari pertama terdapat 190 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi di 26 provinsi. Setiap titik SPPG dapat melayani sekitar 3.000-3.500 orang.

(N/014)

0 komentar
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru