Gempa M7,1 Guncang Jepang, Kemlu Pastikan WNI di Kumamoto dan Kyushu Aman
JAKARTA Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang Jepang pada Selasa (28/7/2026). Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memastikan tida
INTERNASIONAL
Serdang Bedagai – Pemkab Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara, menargetkan pada tahun 2030 nihil stunting dan untuk itu kepada semua pemangku kepentingan di daerah itu diminta untuk lebih maksimal dalam menjalankan semua tugas dan fungsinya.
“Penurunan angka stunting yang ada saat ini jangan membuat kita berpuas diri. Karena kita telah mencanangkan prevalensi stunting ada di bawah 14 persen pada tahun 2024 dan sudah nihil di tahun 2030,” kata Wakil Bupati Serdang Bedagai, Adlin Umar Yusri Tambunan di Seirampah, Jumat.
Ia mengatakan, upaya penurunan stunting sudah menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah yang juga tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.
Untuk itu dirinya meminta kepada seluruh instansi dan pemangku kepentingan terkait untuk mampu memetakan program, kegiatan, serta pencegahan stunting secara optimal di Kabupaten Serdang Bedagai.
“Stunting ini bukan cuma permasalahan kekinian, tapi dampaknya akan sangat terasa di masa depan. Saat ini menurut data, 1 dari 4 balita di Indonesia kondisinya stunting. Bayangkan bagaimana kondisi masa depan bangsa jika masalah ini tidak mendapat perhatian yang serius. Anak-anak kita adalah generasi penerus bangsa,” katanya.
Mengacu pada WHO, ia mengatakan, batasan jumlah keseluruhan kasus penyakit yang terjadi pada waktu tertentu (prevalensi) stunting di suatu wilayah adalah sebesar 20 persen.
Secara nasional, dirinya menyebut, sesuai dengan data yang dihimpun Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting mengalami penurunan dari sebelumnya di angka 30,8 persen di tahun 2018, menjadi 24,4 persen pada tahun 2021.
“Syukur Alhamdullilah, hal serupa juga terjadi dalam skala Kabupaten Sergai. Kalau pada tahun 2019 prevalensi stunting kita ada di angka 36,2 persen, maka pada tahun 2021 angkanya menyusut menjadi 20 persen,” katanya.
Namun ia kembali menegaskan, penurun tersebut tidak lantas menjadi alasan untuk berpuas diri. Hal ini sebab Kabupaten Sergai telah mencanangkan prevalensi stunting ada di bawah 14% pada tahun 2024 dan sudah nihil di tahun 2030.
Maka dari itu ia tak lelah mengingatkan agar pihak yang terlibat dalam upaya pengentasan stunting bisa mengambil peran aktif. Ia juga meminta para camat, kepala desa hingga bidan mampu menerjemahkan program yang telah disusun.
“Posyandu mesti terus dilakukan. Dengan itu, kita bisa mengetahui balita mana yang punya risiko stunting,” demikian Adlin Umar Yusri Tambunan. (Lbs)
JAKARTA Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang Jepang pada Selasa (28/7/2026). Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memastikan tida
INTERNASIONAL
SURABAYA Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) merespons hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang mencatat tingka
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan praktik suap dalam pengurusan dana hibah Kelompok Masyarakat (Pokmas) yang
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono memastikan gaji manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan ditanggung m
NASIONAL
JAKARTA Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk pertama kalinya menghadiri rapat Komite Stabilitas Sistem Keu
EKONOMI
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah isu yang menyebut dirinya bakal merangkap jabatan sebagai Gubernur Bank Indonesi
NASIONAL
JAKARTA Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) resmi mencabut laporan polisi terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea terkait pernyataannya
NASIONAL
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan fenomena El Nino kini telah memasuki kategori kuat. Kondisi ters
NASIONAL
BANDA ACEH Polda Aceh menjatuhkan sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap Briptu MZ, anggota Polres Aceh Selatan yang d
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mendorong penguatan jaminan kesehatan bagi para mitra Gojek melalui k
PEMERINTAHAN