Orang Tua Wajib Tahu: Ini Batas Aman 'Screen Time' Anak Berdasarkan Usia Menurut WHO & IDAI
MEDAN Penggunaan ponsel atau HP sudah menjadi bagian dari keseharian anak, mulai dari belajar, menonton video, bermain gim hingga berkomun
KESEHATAN
bitvonline.com-Hari Raya Nyepi, yang dirayakan oleh umat Hindu, merupakan momen penuh kesunyian dan perenungan. Berbeda dengan perayaan tahun baru lainnya yang dipenuhi dengan kemeriahan, Nyepi justru dijalani dalam keheningan sebagai bentuk introspeksi diri, penyucian jiwa, dan pengendalian hawa nafsu.
Pada hari ini, umat Hindu menjalankan Catur Brata Penyepian, yang terdiri dari empat pantangan utama yang harus ditaati selama 24 jam penuh, dimulai dari pukul 06.00 pagi hingga 06.00 pagi keesokan harinya.
Amati Geni
Tidak menyalakan api sepanjang hari dan malam, termasuk tidak memasak atau menggunakan lampu penerangan.
Puasa tanpa mengonsumsi makanan dan minuman juga merupakan bagian dari pengendalian diri dan penyucian raga.
Amati Geni melambangkan pemurnian diri dari keinginan duniawi.
Amati Karya
Tidak melakukan aktivitas fisik atau bekerja, sebagai bentuk latihan spiritual.
Umat Hindu fokus pada tapa, brata, yoga, dan semadi, yang bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan mengurangi keterikatan pada dunia luar.
Amati Lelungan
Tidak bepergian atau meninggalkan rumah, serta menghindari segala bentuk hiburan seperti menonton televisi atau melakukan aktivitas menyenangkan lainnya
. Hal ini memberi kesempatan untuk fokus pada perenungan diri dan mencapai ketenangan batin.
Amati Lelanguan
Tidak mencari hiburan atau kesenangan diri, seperti mendengarkan musik, bermain gim, atau bersosialisasi.
Fokusnya adalah pada spiritualitas dan introspeksi diri, guna mencapai kedamaian dan pengendalian diri.
Bolehkah Berbicara Saat Nyepi? Secara umum, berbicara tidak termasuk dalam larangan utama dalam Catur Brata Penyepian. Namun, karena Nyepi adalah momen untuk introspeksi dan menenangkan diri, sebagian besar umat Hindu memilih untuk berbicara seminimal mungkin.
Hal ini bertujuan untuk menjaga ketenangan batin dan menciptakan suasana yang lebih khidmat.
Dalam beberapa keluarga atau komunitas yang menjalankan Nyepi dengan lebih disiplin, berbicara juga bisa dihindari sebagai bagian dari refleksi diri.
Meski begitu, berbicara diperbolehkan dalam keadaan darurat atau kebutuhan mendesak, asalkan tidak mengganggu suasana hening dan kekhusyukan.
Nyepi: Waktu untuk Menenangkan Jiwa dan Raga Nyepi bukan sekadar perayaan, tetapi juga kesempatan untuk mengistirahatkan jiwa dan raga dari hiruk-pikuk dunia.
Dengan menjalani Nyepi dengan penuh kesadaran, umat Hindu dapat memasuki tahun baru dengan pikiran yang lebih jernih, hati yang lebih damai, dan semangat yang lebih baik.
(bs/n14)
MEDAN Penggunaan ponsel atau HP sudah menjadi bagian dari keseharian anak, mulai dari belajar, menonton video, bermain gim hingga berkomun
KESEHATAN
MEDAN Muhammad Ghazali Iskandar, pelapor dalam perkara dugaan pemalsuan surat yang menyeret Doddy Thahir, menegaskan dirinya tidak pernah
HUKUM DAN KRIMINAL
BINJAI Kelompok Diskusi Berpikir Rasional (BERAS) menggelar Diskusi Seri Logika bertajuk Nalar Sebagai Perkakas Analisis di Anshari Cafe
PENDIDIKAN
KISARAN Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2026 di Kabupaten Asahan telah selesai digelar. Sebanyak 43 desa yang tersebar di 18 kec
POLITIK
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menjamin pemerintah kota akan mempermudah proses investasi bagi pengusaha India yang tertar
EKONOMI
MEDAN Proyek jalan provinsi pada ruas Sipiongotbatas Labuhanbatu di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Sumatera Utara, disoroti setel
PERISTIWA
MEDAN Setelah menanti hampir 20 tahun, warga Perumahan Griya Kencana, Lingkungan 1, Kelurahan Namo Gajah, Kecamatan Medan Tuntungan, seger
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) telah menyalurkan Bantuan Keuangan Provinsi (BKP) sebesar Rp325 miliar kepada 3
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mempercepat realisasi pembangunan daerah dan menargetkan seluruh kegiatan rampu
PEMERINTAHAN
DELISERDANG Sekitar 62 orang siswa Yayasan Pendidikan Muttaqin Al Farabi, mengikuti pelatihan jurnalistik yang berlangsung di teras seko
PENDIDIKAN