Menkop Ferry Sebut Koperasi Desa Merah Putih Bisa Jadi Pusat Ekonomi Baru di Daerah
MAUMERE Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pengembangan Kopera
EKONOMI
BITVONLINE.COM— Ungkapan "sakit adalah penggugur dosa" kerap kita dengar di tengah masyarakat, terutama saat seseorang tengah menghadapi ujian berupa penyakit.
Tapi benarkah dalam perspektif agama, khususnya Islam, sakit memang memiliki nilai spiritual yang dapat menggugurkan dosa?
Menurut para ulama, keyakinan bahwa sakit dapat menggugurkan dosa bukan sekadar pepatah atau bentuk penghiburan.
Hal ini memiliki dasar kuat dalam ajaran Islam.
Hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim menyebutkan:
"Tidaklah seorang Muslim tertimpa kelelahan, penyakit, kegundahan, kesedihan, gangguan, bahkan duri yang menusuknya, kecuali Allah akan menghapus sebagian dosa-dosanya karenanya."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam pandangan KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha), ulama asal Rembang yang dikenal luas karena pemahaman mendalamnya terhadap fikih dan tafsir, sakit sejatinya adalah bagian dari proses spiritualisasi seorang hamba.
"Manusia yang diuji dengan sakit, jika ia sabar dan ridha, maka itu akan menjadi sebab ampunan dari Allah SWT," ujar Gus Baha dalam salah satu pengajiannya.
Namun, ia juga menekankan bahwa pengguguran dosa tersebut berlaku apabila sakit itu dihadapi dengan ikhlas dan tanpa keluh kesah berlebihan.
"Kalau sakit malah marah-marah atau mencaci keadaan, maka itu justru bisa menjadi beban tambahan," tambahnya.
Sementara itu, dalam perspektif psikologi, keyakinan bahwa sakit membawa hikmah atau manfaat non-medis dapat membantu proses penyembuhan.
Pasien yang memiliki harapan dan makna atas penderitaan yang dialami cenderung lebih kuat secara mental.
Namun, penting untuk diingat bahwa sikap pasrah tidak berarti menolak pengobatan.
Islam menganjurkan umatnya untuk berobat dan mencari kesembuhan, sebagaimana sabda Nabi SAW:
"Berobatlah kalian, karena Allah tidak menurunkan penyakit kecuali menurunkan juga obatnya." (HR. Abu Daud)
Dengan demikian, sakit memang dapat menjadi penghapus dosa, asalkan dihadapi dengan kesabaran dan ketawakalan.
Sakit bukan hanya ujian fisik, tetapi juga ujian iman, yang jika dijalani dengan baik, menjadi jalan menuju ampunan dan peningkatan derajat di sisi Allah SWT.*
MAUMERE Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pengembangan Kopera
EKONOMI
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa proses pendirian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung Program Makan
NASIONAL
JAKARTA Aktualisasi nilainilai Pancasila secara nyata dan konsisten dinilai semakin penting di tengah meningkatnya sentimen xenophobia
NASIONAL
JAKARTA Pemerintah melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas mendorong transformasi penempatan Pekerja Migran
NASIONAL
ACEH TAMIANG Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat layanan air bersih bagi masyarakat dengan membangun Ins
PEMERINTAHAN
MEDAN Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumatera Utara, Topan Obaja Putra Ginting, resmi dipindahkan dari Rumah
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Anggota Komisi X DPR RI Ledia Hanifa mengingatkan bahwa kebijakan pembelajaran Bahasa Perancis di sekolah tidak dapat diterapkan s
PENDIDIKAN
JAKARTA Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuka peluang bagi Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (BBPMGB) Lemiga
EKONOMI
MEDAN Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI Laksamana Muda TNI (Purn) Soleman B. Ponto menyoroti penanganan perkara dugaan
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto tiba kembali di Tanah Air setelah menyelesaikan rangkaian kunjungan kenegaraan ke Prancis. Pesawat Gar
NASIONAL