BREAKING NEWS
Sabtu, 30 Mei 2026

DPR Ingatkan Tak Semua Sekolah Siap Ajarkan Bahasa Perancis, Guru Jadi Kendala Utama

Adelia Syafitri - Sabtu, 30 Mei 2026 11:48 WIB
DPR Ingatkan Tak Semua Sekolah Siap Ajarkan Bahasa Perancis, Guru Jadi Kendala Utama
ilustrasi siswa sekolah. (Foto: by Pexels)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Anggota Komisi X DPR RI Ledia Hanifa mengingatkan bahwa kebijakan pembelajaran Bahasa Perancis di sekolah tidak dapat diterapkan secara seragam di seluruh Indonesia. Menurutnya, kondisi dan kemampuan setiap sekolah berbeda, terutama terkait ketersediaan tenaga pengajar bahasa asing.

Ledia mengatakan selama ini mata pelajaran bahasa asing di banyak sekolah masuk dalam kategori muatan lokal. Karena itu, jenis bahasa yang diajarkan biasanya disesuaikan dengan sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki masing-masing sekolah.

"Jadi, kita tidak bisa memukul rata bahwa semua sekolah harus belajar bahasa tertentu, karena memang SDM-nya terbatas," ujar Ledia, Sabtu (30/5/2026).

Baca Juga:

Menurut dia, sejumlah sekolah saat ini memiliki guru Bahasa Mandarin, Jepang, atau Korea. Namun, belum tentu semua sekolah memiliki tenaga pendidik yang mampu mengajarkan Bahasa Perancis.

Politikus PKS tersebut menilai pembelajaran Bahasa Perancis tetap dapat diterapkan apabila sekolah memiliki sumber daya yang memadai. Namun, persoalan utama yang perlu diperhatikan pemerintah saat ini adalah ketersediaan guru bahasa asing di berbagai daerah.

"Berapa bahasa asing yang bisa diajarkan sebetulnya tergantung dengan SDM-nya. Kita juga memberi kebebasan kepada sekolah dan siswa untuk memilih ingin belajar apa saja," katanya.

Ledia menambahkan tantangan tersebut akan semakin besar di wilayah yang masih mengalami kekurangan tenaga pendidik. Menurutnya, banyak sekolah di daerah tertinggal yang hingga kini masih menghadapi keterbatasan guru, termasuk untuk mata pelajaran bahasa asing.

"PR besarnya adalah kita tidak memiliki cukup guru bahasa asing untuk ditempatkan di sekolah-sekolah, apalagi di sekolah-sekolah daerah tertinggal," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar Bahasa Perancis mulai dipelajari di seluruh tingkatan sekolah di Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan usai pertemuannya dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Paris.

Prabowo menilai penguasaan Bahasa Perancis penting untuk menghadapi perkembangan global sekaligus memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Prancis di masa mendatang. Sebelum itu, Prabowo juga sempat mendorong penguatan pembelajaran Bahasa Portugis sebagai bagian dari kerja sama strategis dengan Brasil.

Meski demikian, sejumlah kalangan menilai implementasi kebijakan tersebut perlu dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan sekolah, tenaga pengajar, dan kebutuhan peserta didik di berbagai daerah.*

(k/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Lemigas Berpeluang Impor Minyak Rusia, ESDM Siapkan Skema Khusus untuk Ketahanan Energi
Viral Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng', Bahlil Mau Ajak Makan Penciptanya
Bahlil Respons Lagu “My Little Bolu Ketan” yang Viral: Resiko Jadi Pejabat
ESDM Usut 7 Kasus Tambang Ilegal, Potensi Kerugian Negara Rp 857 Miliar
Pemprov Sumut Tegaskan AI Tak Boleh Gantikan Peran ASN dalam Ambil Keputusan Publik
DPR Cek Langsung Layanan Haji 2026: Kesehatan Oke, Ambulans dan SDM Jadi Sorotan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru