BREAKING NEWS
Sabtu, 30 Mei 2026

Pancasila Jadi Jawaban Hadapi Xenophobia Global, Aktualisasi Nilai Gotong Royong Ditekankan

Nurul - Sabtu, 30 Mei 2026 12:20 WIB
Pancasila Jadi Jawaban Hadapi Xenophobia Global, Aktualisasi Nilai Gotong Royong Ditekankan
Direktur Eksekutif Institut Leimena, Matius Ho. (Foto: Dok. Institut Leimena)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Aktualisasi nilai-nilai Pancasila secara nyata dan konsisten dinilai semakin penting di tengah meningkatnya sentimen xenophobia atau ketakutan dan kebencian terhadap kelompok yang dianggap berbeda di berbagai negara.

Direktur Eksekutif Institut Leimena, Matius Ho, mengatakan kohesi sosial kini menjadi salah satu isu yang banyak dibahas dalam forum internasional. Menurutnya, Pancasila menawarkan nilai universal yang relevan untuk menjawab berbagai tantangan sosial global, termasuk meningkatnya polarisasi dan intoleransi.

"Dengan tren dunia akan maraknya xenophobia, Pancasila yang didasari penghormatan terhadap martabat manusia dan semangat gotong royong semakin penting untuk diaktualisasikan secara nyata dan konsisten dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara," kata Matius dalam Webinar Internasional Seri Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) menjelang Hari Lahir Pancasila, Sabtu (30/5/2026).

Baca Juga:

Menurut Matius, nilai-nilai universal yang terkandung dalam Pancasila telah menjadi fondasi bangsa Indonesia sejak awal kemerdekaan. Nilai tersebut mencakup kemerdekaan, kemanusiaan, keadilan, serta penghormatan terhadap martabat manusia yang juga menjadi prinsip penting dalam berbagai instrumen internasional.

Ia mengingatkan bahwa Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, pernah menegaskan bahwa esensi Pancasila dapat dirangkum dalam satu kata, yakni gotong royong. Karena itu, semangat kebersamaan dan kerja sama harus terus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.

Matius juga mengapresiasi kolaborasi antara Institut Leimena dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Hukum Kementerian Hukum yang dinilai mampu memperkuat kompetensi sosial dan budaya aparatur sipil negara (ASN) sebagai perekat bangsa.

Dalam kesempatan yang sama, Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Amin Abdullah, menekankan pentingnya pemahaman sila pertama sebagai konsep "Ketuhanan yang Berkebudayaan".

Menurut Amin, nilai tersebut mengajarkan masyarakat untuk beragama secara berkeadaban, menghormati perbedaan keyakinan, serta menjunjung tinggi sikap toleransi dalam kehidupan sosial.

"Ketuhanan yang Berkebudayaan berarti menjalankan agama dengan menghormati sesama, tanpa egoisme kelompok dan tetap mengedepankan nilai kemanusiaan," ujarnya.

Sementara itu, Vice President G20 Interfaith Forum, Katherine Marshall, menilai Indonesia telah menunjukkan contoh nyata bagaimana keberagaman dapat dikelola menjadi kekuatan nasional melalui ideologi Pancasila.

Ia menyebut Pancasila tidak hanya mengajarkan toleransi, tetapi juga mendorong masyarakat untuk saling memahami, menghormati, dan membangun kepedulian terhadap sesama.

"Pancasila melampaui toleransi menjadi penghormatan, kepedulian, dan cinta kasih. Tidak hanya menerima perbedaan, tetapi juga memahami dan peduli terhadap sesama," kata Katherine.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
ASN Pemprov Sumut Lulusan IPDN Direhabilitasi Usai Terciduk Pakai Vape Narkoba, Polrestabes Medan Ungkap Alasannya
Pemkab Labusel Sembelih 56 Hewan Kurban Iduladha 1447 H, Daging Dibagikan ke ASN dan Warga
ASN WFH Seminggu Sekali, Anggaran Dinas Hemat Rp 1,95 T
Iduladha di Medan Sunggal, Wali Kota Rico Waas Tekankan Makna Keikhlasan dan Berbagi: Kebahagiaan Tak Hanya untuk Dinikmati Sendiri
Pemko Tanjungbalai Siapkan 17 Sapi Kurban ASN untuk Iduladha 1447 H, Didistribusikan ke Lapas hingga Rusunawa
Pemprov Sumut Tegaskan AI Tak Boleh Gantikan Peran ASN dalam Ambil Keputusan Publik
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru