BREAKING NEWS
Sabtu, 30 Mei 2026

Ombudsman RI Disorot, GTI dan Laksamana Desak Presiden Ambil Langkah Selamatkan Kredibilitas Lembaga

gusWedha - Sabtu, 30 Mei 2026 13:38 WIB
Ombudsman RI Disorot, GTI dan Laksamana Desak Presiden Ambil Langkah Selamatkan Kredibilitas Lembaga
Gedung kantor Ombudsman Republik Indonesia. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Ombudsman RI tengah menjadi sorotan publik menyusul munculnya dua perkara hukum yang melibatkan pimpinan maupun mantan pimpinan lembaga pengawas pelayanan publik tersebut dalam waktu berdekatan. Kondisi ini dinilai berpotensi memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Ombudsman RI.

Sejumlah pihak pun mendesak Presiden RI untuk segera mengambil langkah strategis guna menjaga stabilitas dan kredibilitas lembaga negara tersebut.

Sebelumnya, Ketua Ombudsman RI nonaktif Hery Susanto terseret perkara hukum yang menjadi perhatian publik nasional. Belum selesai perhatian terhadap kasus tersebut, Kejaksaan Agung kembali menetapkan mantan Anggota Ombudsman RI periode sebelumnya, Yeka Hendra Fatika, sebagai tersangka dalam kasus dugaan perintangan penyidikan perkara korupsi minyak goreng.

Baca Juga:

Dua kasus yang melibatkan figur dari periode berbeda itu kemudian memunculkan pertanyaan publik mengenai kondisi internal serta tata kelola lembaga pengawas pelayanan publik tersebut.

Sekretaris Jenderal DPP Garda Tipikor Indonesia (GTI), Deri Hartono, menilai situasi ini sudah berada pada tahap serius dan membutuhkan respons cepat dari pemerintah.

"Sekarang sudah dua pimpinan Ombudsman yang terseret dan ditangkap aparat penegak hukum. Jangan sampai kasus ini berkembang lebih jauh lagi," ujar Deri, Jumat (29/5/2026).

Deri menilai Presiden perlu segera mengambil langkah untuk mengisi kekosongan jabatan pimpinan Ombudsman RI agar tidak terjadi ketidakpastian dalam pelaksanaan fungsi pengawasan pelayanan publik.

Menurutnya, Ombudsman memiliki peran strategis dalam mengawasi praktik maladministrasi di berbagai institusi negara sehingga tidak boleh mengalami kekosongan kepemimpinan dalam waktu lama.

"Presiden harus segera menentukan pengganti Ketua Ombudsman agar lembaga tetap berjalan normal," katanya.

Ia juga menekankan pentingnya pemilihan figur yang memiliki integritas serta pemahaman mendalam terhadap birokrasi dan hukum agar tidak terjadi persoalan serupa di masa mendatang.

Senada, Direktur Eksekutif LAKSAMANA, Samuel F. Silaen, menilai situasi ini sebagai kejadian luar biasa yang dapat menggerus tingkat kepercayaan publik apabila tidak segera ditangani.

Menurutnya, Presiden memiliki kewenangan penuh untuk mengambil langkah diskresi dalam menentukan pengganti pimpinan Ombudsman RI.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Prabowo Tiba di Tanah Air Usai Lawatan Kenegaraan ke Prancis, Disambut Gibran di Halim
Prabowo Foto Bersama Pengawal Prancis Sebelum Pulang, Tutup Kunjungan Kenegaraan dengan Momen Hangat
Usai Portugis, Kini Bahasa Perancis Diminta Jadi Pelajaran di Sekolah Indonesia
Prabowo Hadiri Jamuan Kenegaraan di Istana Élysée Paris, Pererat Hubungan Indonesia–Prancis
Bertemu Macron di Paris, Prabowo Tekankan Stabilitas Timur Tengah dan Dukungan untuk Palestina
Prabowo dan Macron Tunjukkan Keakraban di Istana Élysée Paris, Berpelukan hingga Cipika-cipiki
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru